Telkomsel Gelar “Baktiku Negeriku” di Kaimana

Rabu, 01 Mei 2019 17:32 WIT
Para Volunteer Karyawan Telkomsel saat memberikan materi di hadapan warga Kampung Trikora. (Foto: Telkomsel/SP)

TIMIKA | Di 2019 ini, Telkomsel kembali melanjutkan program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Baktiku Negeriku”. Dimana ini merupakan program “corporate social responsibility (CSR), yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat diberbagai daerah pelosok Indonesia, melalui teknologi pemberdayaan masyarakat serta pendidikan. 

Khusus di area Papua, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan (Pamasuka), “Baktiku Negeriku” dilaksanakan di Kepulauan Selayar, Desa Bonto Sunggu pada (20-22 Maret 2019), Labengki (27-29 Maret 2019) dan Kampung Trikora, Kaimana di Papua Barart (28-30 April 2019). 

Khusus di Kampung Trikora, Kaimana meliputi edukasi digital marketing, entrepreneurship, e-logistik, teknik fotografi, dan dilanjutkan dengan bersih-bersih pantai. 

Selain itu, Telkomsel juga memberikan fasilitas Digital Center yang berisi dua unit komputer desktop, satu unit smart TV, koneksi internet selama satu tahun, yang diresmikan oleh Direktur Human Capital Management Telkomsel, Irfan A. Tachrir, Asisten I Bupati Kaimana, Drs. Thamrin, Kepala Kampung Trikora, Hendriku Ojanggai, S.I.P, dan disaksikan oleh seluruh warga Kampung Trikora dengan dilaksanakannya simbolisasi pemotongan pita.

Irfan A. Tachrir, mengatakan, sebagai perusahaan yang beroperasi sangat dekat dengan masyarakat, Telkomsel ingin memberikan manfaat yang lebih kepada lingkungannya. 

“Kami harap hubungan yang erat dengan masyarakat sekitar tidak sebatas dalam pemanfaatan layanan telekomunikasi. Tapi juga dengan membangun kepercayaan dan kepedulian yang kuat untuk mengembangkan potensi desa dan masyarakat di wilayah tersebut,” kata Irfan melalui release yang diterima seputarpapua.com, Selasa (30/4).

“Baktiku Negeriku” diadakan dengan berbagai aktivitas, seperti kerja sukarela karyawan (employee volunteering). Dimana karyawan Telkomsel terpilih melakukan sosialisasi pemasaran hasil daerah menggunakan internet, melalui edukasi digital marketing, e-logistics, entrepreneurships, dan photography. Serta pemanfaatan aplikasi LinkAja, untuk mendorong kemajuan desa melalui pemanfaatan teknologi digital. 

Program ini juga meliputi pelatihan bagi anak muda setempat mengenai pemanfaatan teknologi informasi yang melibatkan masyarakat lokal (local youth empowerment). 

Setelah mendapatkan pelatihan, mereka diharapkan dapat menjadi “agen perubahan” yang akan memimpin komunitas lokal menuju kehidupan yang lebih baik dengan pemanfaatan teknologi.

Program yang menyasar pertumbuhan berkelanjutan ini juga meliputi pembangunan dan renovasi fasilitas umum, pusat media dan edukasi warga, serta melakukan kegiatan sosial bersih-bersih pantai. Hal ini dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat, TNI, dan pemangku kepentingan lainnya.

Selain itu, akan dibangun juga pusat digital yang dilengkapi perangkat komputer dengan akses Wi-Fi. Pada pusat digital ini, para warga bisa belajar lebih banyak mengenai pemanfaatan teknologi digital, dengan didampingi oleh agen perubahan setempat yang telah mendapatkan pelatihan dari Telkomsel. 

Lanjutnya, dengan ini, diharapkan mampu menginspirasi anak muda tersebut untuk kembali membangun desanya dengan segenap potensi dan kearifan lokal yang dimilikinya.

“Program ini sekaligus memberikan kesempatan kepada karyawan Telkomsel untuk mengasah diri dan meningkatkan kemampuan untuk bisa turun tangan, memberikan kontribusi yang positif secara langsung kepada masyarakat.  Dan diharapkan program ini dapat mempererat komunikasi yang terjalin antara karyawan Telkomsel dengan masyarakat setempat,” tutup Irfan.

Persiapan “Baktiku Negeriku” diawali dengan survey serta pemetaan pemilihan lokasi sesuai tujuan program. Lokasi terpilih merupakan daerah-daerah dengan taraf kehidupan masyarakat yang relatif rendah namun memiliki potensi sumber daya alam dan kearifan lokal yang unik. 

Pada tahun 2019 ini, “Baktiku Negeriku” dilaksanakan di 10 titik yang tersebar di seluruh Indonesia diantaranya Samosir, Sawah Lunto/Kumbayao, Purwakarta, Garut, Cianjur, Tabanan, Mandalika, Selayar, Labengki, dan ditutup di Kaimana. Untuk memperluas pembangunan potensi ekonomi masyarakat Indonesia, ke depannya program ini ke depannya akan dilanjutkan untuk berbagai wilayah pelosok lainnya.(mkr/SP)

Kategori:
Bagikan