Peringati May Day, Pekerja dan Buruh Freeport Bersatu

Rabu, 01 Mei 2019 22:46 WIT
Foto bersama pengurus SPSI, SBSI dan manajemen Freeport. (Foto: Yunita/SP)

TIMIKA | Manajemen bersama karyawan PT Freeport Indonesia dan privatisasinya, pada Rabu (1/5) memperingati  Hari Buruh Internasional  (may day) di Kuala Kencana, Timika Papua dengan tema "pekerja dan buruh Freeport bersatu".

May Day dihadiri para pengurus Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) dan managemen Freeport.

Kegiatan yang dipusatkan di Multi Purpose Building, Kuala Kencana diwarnai dengan berbagai kegiatan, seperti jalan santai, donor darah dan pemotongan tumpeng.

EVP HRD PTFI, Achmad Didi Ardianto menyerukan semua harus bersatu, karena tanpa persatuan kedepan akan sulit.

Untuk mempetahankan hak-hak yang telah didapatkan, maka kata Didi , semua harus melaksanakan kewajiban dengan sebaik-baiknya. 

"Perseteruan tidak pernah menghasilkan sesuatu yang baik. Masa depan yang gilang-gemilang tidak akan tercapai kalau tidak memulainya dari sekarang, yaitu saling membuka diri dan hadapi kesulitan bersama," kata Didi.

Dikatakan perusahaan tidak bisa maju, jika pekerja dan buruhnya tidak bekerja dengan giat. Sebaliknya pekerja dan buruh tidak bekerja dengan giat kalau dia tidak memiliki rasa kepemilikan perusahaan.

"Rasa kepemilikan perusahaan tidak akan muncul kalau tidak ada kesejahteraan dan kesejahteraan tidak akan muncul kalau tidak ada rasa syukur," katanya lagi.

Ketua PUK SP KEP SPSI PTGI Lukas Saleo juga menyapaikan bahwa seluruh pekerja dan masyarakat mengharapkan peningkatan kesejahteraan, perlindungan, keamanan, kedamaian dan kenyamanan. 

"Dengan menjalin komunikasi, menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, menghargai persatuan dan kesatuan, menjaga kekompakan solidaritas, soliditas sehingga tidak ada lagi demonstrasi atau tindakan anarkis, karena semua persoalan dapat diselesaiakan lewat musyawarah yang dilakukan di meja perundingan" tutur Lukas Saleo.

Ia juga mengharapkan perusahaan memberikan appresiasi terhadap kinerja dan pengabdian pekerja.

"Bagi pekerja kami berharap apa yang telah diberikan perusahaan dapat mensejahterakan dan mencukupi untuk meningkatkan produktivitas dan motivasi kerja, sehingga dapat menciptakan keharmonisan yang dinamis, dan berkeadilan dengan menjunjung tinggi proporsonalisme dan nilai-nilai kemanusiaan," kata Lukas.

Ketua Panitia May Day,  Marjan juga menyampaiakan agar menjaga hubungan baik antara serikat buruh dengan perusahaan.

"Tanpa serikat buruh perusahaan tidak ada apa-apanya dan sebaliknya tanpa perusahaan pekerja atau buruh tidak ada di sini," ujarnya.

Untuk menjalin keakraban satu sama lain antara serikat buruh dan jajaran PTFI dilakukan pemotongan tumpeng. (CR-03/SP)

 

Kategori:
Bagikan