Pencaker Jayawijaya Unjuk Rasa Tolak CPNS Sistem Online

Kamis, 02 Mei 2019 22:37 WIT
Pencari kerja yang melakukan demonstrasi ke kantor bupati Jayawijaya, Kamis, (2/5). (Foto: Antara News Papua/Marius Frisson Yewun)

WAMENA | Ratusan pencari kerja (pencaker) di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua melakukan demonstrasi damai ke kantor bupati setempat, untuk menolak sistem penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dilakukan secara dalam jaringan (daring) atau online.

Mereka mempertanyakan mengapa Jayawijaya tidak bisa memberlakukan penerimaan secara offline seperti Kabupaten Lanny Jaya dan Puncak Jaya.

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Kamis (2/5), mengatakan walau penerimaan secara daring namun sudah ditetapkan kuota 80 persen untuk pencari kerja asli Papua.

"Kita memberlakukan sistem online ini lebih menguntungkan, dimana pendaftar umum tidak bisa masuk dalam sistem kuota 80 persen Papua," tambahnya.

Ia mengemukakan sistem penerimaan itu sesuai hasil keputusan bersama gubernur dan para bupati untuk memberikan peluang besar kepada orang asli Papua.

"Sistem ini sama dengan tes kementerian tahun 2018. Namun di Papua baru dilakukan sehingga yang sudah mengikuti tes tahun lalu tidak bisa lagi masuk dalam pelaksanaan tes," ujarnya.

Sekda Jayawijaya Yohanes Walilo mengatakan waktu pertemuan dengan presiden sudah disetujui sistem onfflinetetapi terjadi perubahan.

"Dari kementrian pendayaguna aparatur negara dan reformasi birokrasi menyatakan secara online karena dilakukan serentak seluruh Indonesia, sehingga harus dilakukan seperti ini dengan kuota yang diminta oleh daerah," jelasnya.

Ia memastikan jaringan internet untuk mendukung penerimaan sistem daring di Jayawijaya sudah tersedia, sehingga pencaker bisa mengakses website daerah untuk mencari informasi terkait lowongan yang tersedia. (Antara/SP)

Kategori:
Bagikan