Selisih Angka dengan Bawaslu, Pembacaan Hasil Pemilu di Tembagapura Ditunda

Sabtu, 04 Mei 2019 15:24 WIT
PPD Tembagapura saat melakukan koordinasi dengan Bawaslu Mimika, terkait adanya perbedaan suara antara DA1 KWK yang dimiliki Bawaslu Mimika dengan yang dibacakan oleh PPD Tembagapura saat pleno rekapitulasi

TIMIKA | Ketua KPU Mimika Indra Ebang Ola menunda pembacaan rekapitulasi hasil Pemilu untuk PPD Tembagapura, pada rapat pleno penetapan hasil pemungutan suara tingkat kabupaten, di Graha Eme Neme Yauware, Sabtu (5/5).

Penundaan ini disebabkan, karena perbedaan data antara Bawaslu Mimika berdasarkan form DA1 dengan yang dibacakan oleh PPD Tembagapura.

Form DA1 adalah kertas hasil rekapitulasi suara di tingkat kecamatan atau distrik. Data di DA1 harus sesuai dengan formulir rekap C1 yang merupakan hasil di TPS. Sedangkan hasil rekap di level kabupaten/kota diistilahkan dengan Formulir DB1. 

Komisioner Bawaslu Mimika, Budiono mengatakan, idealnya salinan DA1 KWK yang diberikan kepada saksi dan Panwaslu harus sama. Namun saat dibacakan di pleno tingkat kabupaten ini, ada perbedaan suara.

Perbedaan ini terletak di data jumlah pemilih. Dimana yang dimiliki oleh Bawaslu sebanyak 16.824 pemilih, sementara yang dibacakan oleh PPD Tembagapura, yakni 14.102 pemilih. 

"Hal ini harus dikoreksi lagi, terjadi misnya dimana," kata Budi.

Selain itu, ada perbedaan suara untuk perolehan suara pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.  

Untuk perolehan suara capres dan cawapres nomor urut 01 yang dimiliki Bawaslu sebanyak 954 suara, sedangkan yang dibacakan oleh PPD Tembagapura 956 suara, sehingga ada selisih dua suara. 

Sementara untuk perolehan suara capres dan cawapres nomor urut 02, sebanyak 2.451. Jumlah ini tidak ada perbedaan antara Bawaslu dan PPD Tembagapura. 

"Walaupun selisihnya dua suara, tapi ini penting dan jangan dianggap remeh. Sehingga harus dicarikan kenapa sampai ada perbedaan," tuturnya.

Perlu diketahui, selain perbedaan suara tersebut, juga terdapat kesalahan tanggal penetapan hasil rekapitulasi pemungutan suara. Dimana tanggal penetapan yang dibacakan oleh PPD Tembagapura, yakni 17 April 2019. 

Sementara, diketahui bersama bahwa 17 April 2019 merupakan waktu pemungutan suara. Sehingga hal ini sempat diprotes oleh saksi dari Partai Demokrat, Adam Waluyo.

Sampai berita ini dituliskan, pembacaan hasil rekapitulasi pemungutan suara untuk PPD Tembagapura masih ditunda. Dan dilanjutkan pembacaan dari PPD lainnya.(mkr/SP)

Kategori:
Bagikan