Pangdam Marah Besar Aparat Disebut Juru Bicara Freeport

Pangdam Marah Besar Aparat Disebut Juru Bicara Freeport
Pangdam XVII Cenderawasih Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit - Foto : Sevianto/SP

TIMIKA | Panglima Kodam (Pangdam) XVII Cenderawasih Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit menanggapi tegas tudingan yang menyebut aparat keamanan sebagai juru bicara PT Freeport Indonesia.

“Kami (dituduh) seolah-olah sebagai juru bicara Freeport, eeh sorry saya punya gaji, saya punya penghasilan, saya tidak tergantung dengan orang lain. Tolong dicatat itu,” tegas Pangdam dalam jumpa Pers di Kuala Kencana, Timika, Senin (21/8/17).

Pangdam mengingatkan agar berhati-hati dalam melancarkan tudingan tak berdasar atas anggapan secara pribadi, bukan berdasarkan fakta yang terjadi sebenarnya.

“Saya tidak mau (jika) kami dituduh dengan hal-hal yang tidak benar. Makanya hati-hati gunakan media sosial itu. Saya akan ngomong keras dengan hal-hal seperti itu,” katanya.

Dia membantah keras jika aparat TNI-Polri lebih memihak kepada Freeport, apalagi menjadi juru bicara perusahaan itu seperti tudingan pasca insiden amukan massa karyawan mogok di Timika, Sabtu (19/8).

“Jadi tidak benar, saya dengan Kapolda menjadi juru bicara Freeport, tidak. Tolong sampaikan itu, tolong dicatat itu,” tegasnya lagi.

Menurut dia, pihaknya sebagai alat Negara memiliki tugas untuk menjaga ketertiban masyarakat dan keamanan Negara. Karenanya, pihak yang melakukan kekacauan akan berhadapan dengan aparat Negara.

“Tentunya saya ingin membangun hal-hal yang baik untuk negeri ini. Saya tidak akan ragu-ragu untuk mengambil tindakan atau langkah tegas bagi siapapun yang melakukan perbuatan melawan hukum,” kata dia.

Pangdam mengklaim jika penanganan aksi amukan massa di Check Point 28 dan beberapa lokasi lainnya di Timika, sudah sesuai prosedur yang ada. Pembubaran harus dilakukan mengingat aksi tersebut sudah anarkis dan merugikan warga lainnya.

“Tentunya, tindakan yang kita lakukan ada tahapannya. Ada aturan main atau prosedur tetap yang kita miliki. Kita tidak akan semena-mena untuk menindak sembarangan,” tandasnya.

Sementara Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar juga membantah jika kepolisian lebih condong memihak apalagi menjadi juru bicara Freeport, ketimbang melindungi kepentingan warganya.

“Anggapan kalau aparat adalah juru biacara Freeport itu perasaan orang tertentu saja. Kita ini alat Negara, kami berpihak kepada seluruh masyarakat, bukan kepada salah satu kelompok saja,” tepisnya.

“Kalau ada pihak yang terganggu akibat suatu kondisi perbuatan melawan hukum, maka kami harus berbicara atasnama kebenaran dan hukum untuk keadilan. Jadi tolong dibedakan, kalau ada penilaian lain itu hanya perasaan orang tertentu saja,” tuturnya. (rum/SP)erbicara atasnama kebenaran dan hukum untuk keadilan. Jadi tolong dibedakan, kalau ada penilaian lain itu hanya perasaan orang tertentu saja,” tuturnya. (rum/SP)

Tanggapi Berita ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.