Sholat Tarawih, Imam Masjif Al Fatah: Ada Tiga Golongan yang Doanya Tidak Ditolak

Minggu, 05 Mei 2019 22:03 WIT
Umat muslim di Masjid Al Fattah saat mendengarkan tausiyah sebelum menjalankan sholat tarawih. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Minggu (5/5) malam umat muslim di Kabupaten Mimika mulai menjalankan sholat tarawih, sebelum siang harinya menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Di Perumahan Bumi Kamoro Indah ratusan umat Muslim memadati Masjid Al Fattah. Sholat Tarawih di Masjid Al Fattah dilakukan delapan rakaat, ditambah tiga rakaat untuk sholat witir. Namun sebelum pelaksanaan sholat tarawih, Imam Masjid Al Fattah, H Asmui menyampaikan tausiyah.

H Asmui dalam penyampaiannya mengatakan, umat muslim yang bergembira saat datangnya bulan suci Ramadan, maka haram baginya jasadnya tersentuh api neraka. 

"Ini menunjukkan begitu besar sayangnya Allah SWT kepada hambaNya, karena surga diciptakan  untuk hambaNya yang Muttaqin, termasuk orang-orang orang berpuasa di bulan Ramadan," katanya.

H Asmui menuturkan, keutamaan bulan Ramadan sangat luar biasa, karena ada keberkahan dan rahmat termasuk mendapatkan pengampunan serta terbebas dari siksa api neraka.

Rasulullah SAW dalam riwayatnya mengatakan, andaikan manusia itu mengerti kebaikan yang ada di dalam bulan Ramadan, maka akan meminta bulan Ramadan dilakukan satu tahun penuh. Ini karena, banyaknya kelebihan-kelebihan yang terdapat dalam bulan suci tersebut.

"Bahkan andaikan langit dan bumi diijinkan menjadi saksi dan bisa berbicara, orang yang puasa di dalam bulan ramadan ini diantaranya adalah surga balasannya," katanya.

Ia mengatakan, puasa itu diwajibkan bagi setiap muslim yang beriman. Seperti firman Allah SWT pada surat Al Baqarah ayat 183 "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa”

Ini menunjukkan,  Allah SWT sayang dan mengetahui bahwa hambaNya ada kesalahan dan kekurangan. Bahkan dosa yang belum terampuni.

"Bagi yang tidak sempat minta ampun, karena disibukkan oleh pekerjaannya dan masih melakukan maksiat. Allah SWT membuka satu bulan, yakni Ramadan untuk memperbanyak amalan soleh, doa, agar diampuni dosa-dosanya," ujarnya.

Rasulullah SAW mengatakan, ada tiga golongan yang doanya tidak akan tertolak atau langsung diterima, salah satunya adalah orang yang berpuasa. Karenanya mulai fajar sampai berbuka puasa, doanya orang puasa itu mustajabah. 

"Oleh karena itu dianjurkan selama puasa melakukan dzikir, baik membaca Al Qur'an maupun membaca kalimah thoyibah. Ini dilakukan, agar doa-doanya dikabulkan dan ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT," tuturnya.(mkr/SP)

Kategori:
Bagikan