Kenaikan Harga Bahan Pokok, Disperindag: Itu Hanya Hukum Pasar

Selasa, 07 Mei 2019 10:19 WIT
Inosensius Yoga Pribadi (Foto: Hadija Laisouw / SP)

TIMIKA | Bahan pokok di Kabupaten Mimika mengalami kenaikan harga di awal bulan Ramadan 1440 H. 


Kenaikan harga bahan pokok tersebut menurut Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Papua, Inosensius Yoga Pribadi merupakan hal yang wajar dan suatu fenomena ekonomi yang kerap kali terjadi pada hari-hari besar keagamaan. 


"Untuk fluktuasi harga barang itu kami anggap itu sudah biasa karena setiap tahun pasti begitu, ini dikarenakan ada kepanikan dari konsumen yang berlebihan takut tidak akan kebagian," kata Yoga. 


Ia menjelaskan, fenomena ekonomi yang di maksud seperti permintaan konsumen yang banyak, sehingga distributor juga membatasi permintaan. 


"Semakin banyaknya permintaan konsumen makan distributor juga mulai membatasi pengeluaran bahan pokok karena ditakutkan kedepan tidak ada lagi pasokan barang yang datang," ujarnya. 


Meski demikian, Yoga mengatakan, kenaikan harga sembako saat ini masih dalam tahap yang wajar dan tidak terlalu melonjak. 


"Jika nanti ada pasokan bahan pokok lagi yang masuk, dengan sendirinya harga akan kembali normal," kata Yoga. 


"Jadi karena permintaan konsumen yang banyak inilah sehingga permainan harga dilakukan oleh para pedagang, kekawatiran pedagang dan juga pembeli akan tidak tersedianya bahan pokok," tutur Yoga. 


Yoga berharap masyarakat Mimika tidak panik karena fenomena seperti ini tiap tahun terjadi saat Ramadan. Pemerintah akan terus memantau perkembangan di lapangan dan menjalin komunikasi dengan berbagai stake holder dan masyarakat pedagang. (Cr-2/SP)

Kategori:
Bagikan