Sidang Tuntutan Kasus Makar Tiga Aktivis KNPB Timika Ditunda

Selasa, 07 Mei 2019 15:33 WIT
Suasana sidang kasus dugaan makar dengan tiga terdakwa aktivis KNPB Timika di Pengadilan Negeri Kota Timika. (Foto: Dok SP)

TIMIKA | Sidang pembacaan tuntutan kasus dugaan makar dengan tiga terdakwa aktivis KNPB Timika yang sedianya digelar pada Selasa (7/5) ditunda. 

Pasalnya, rencana tuntutan (rentut) dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Mimika yang menangani kasus ini belum siap dan masih dalam proses.

"Kami belum bisa membacakan tuntutan, karena masih dalam proses," kata Kasipidum Kejari Mimika, Joice E Mariai.

Kuasa Hukum ketiga terdakwa, Veronika Koman, mengaku sangat kecewa dengan penundaan sidang tuntutan ini. Karena dengan penundaan ini, maka agenda persidangan makin molor. 

“Kecewa, karena dengan pengunduran agenda ini, maka tidak ada substansi yang bisa ditanggapi,” ujarnya.

Dari penundaan pembacaan tuntutan tersebut, maka sidang kasus dugaan makar dengan tiga terdakwa aktifis KNPB Timika, yakni Yanto Arwekion, Sem Asso, dan Edo Dogopia ditunda sampai Selasa (14/5) pekan depan.

Perlu diketahui, Yanto Arwekion dan dua terdakwa pada Senin 31 Desember 2018 bertempat di Sekretariat KNPB Timika didakwah telah melakukan percobaan makar. Yanto sendiri sudah berulang kali terbukti melakukan makar dan sudah pernah disidang sebelumnya. 

Terkait dengan kasus ini, pada 28 Desember 2018 lalu, Yanto Arwekion menyampaikan secara lisan kepada seluruh anggota dan simpatisan KNPB Timika bahwa 31 Desember 2018, akan dilakukan syukuran HUT KNPB dan PRD Timika ke 5. 

Dari rencana itu, maka disampaikan siapa saja yang menyumbang makanan dan minuman diperbolehkan. 

Selanjutnya, Yanto Arwekion dan Sem Asso menandatangani surat pemberitahuan untuk diajukan kepada Kasat Intelkam Polres Mimika, namun surat tersebut ditolak oleh pihak kepolisian, dikarenakan KNPB merupakan lembaga yang tidak terdaftar di Badan Kesbangpol.

Kemudian, pada 30 Desember 2018 Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto  memerintahkan kepada Kabag Ops untuk melakukan pengamanan dan razia pada 31 Desember di Sekretariat KNPB, serta meminta penebalan pasukan kepada TNI dan BKO Brimob.

Saat melakukan razia di sekretariat KNPB, aparat keamanan melihat bendera KNPB dan atribut lainnya. Sehingga meminta untuk tidak melakukan kegiatan tersebut. Namun, pihak KNPB meminta untuk tidak menggangu doa HUT KNPB.

Aparat keamanan pun melakukan pengamanan barang bukti baik berupa bendera, ban bermotif bendera bintang kejora, spanduk, dan lainnya, aerta enam orang diamankan termasuk ketiga terdakwa.

Atas dugaan kasus makar, maka pihaknya mendakwakan ketiga terdakwa, dakwaan pertama atau utama pasal 106 KUHP Jo pasal 87 Jo pasal 88 KUHP, tentang makar. 

Dakwaan kedua, 110 ayat 2 ke 4 jo pasal 88 KUHP juga tentang makar. Dan dakwaan ketiga, pasal 169 ayat 1 dan 3 KUHP, tentang kelembagaan. (mkr/SP)

Kategori:
Bagikan