Legislator Mimika Sesali Menteri ESDM Tak Kunjungi Pembangunan Proyek PLTMG Poumako

Selasa, 07 Mei 2019 16:47 WIT
Tempat PLTMG di Mimika yang terletak di Jalan Poros Poumako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua. (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | Anggota DPRD Mimika, Saleh Alhamid menyayangkan Menteri Energi dan Sumber Daya Minetal (ESDM), Ignatius Jonan tidak melihat Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Minyak (PLTMG) saat mengunjungi Timika beberapa hari lalu. 


PLTMG yang berlokasi di Poumako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua itu merupakan salah satu program pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk memenuhi krisis listrik masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia. 


Saleh menerangkan, proyek pembangunan PLTMG saat ini mangkrak. Padahal perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut merupakan BUMN yakni PT Pembangunan Perumahan.  


"Saya tidak tau apakah masyarakat yang lupa atau pejabat pemda yang lupa. Tidak mengingatkan ke beliau (Jonan) untuk melihat pembangunan Mega Proyek PLTMG di Poumako yang saat ini mangkrak," ungkap Saleh melalui pres release yang diterima media ini, Senin (6/5). 


Ia menambahkan, sebagai daerah yang akan terus berkembang, Kabupaten Mimika membutuhkan tenaga listrik yang cukup besar. Apalagi pada tahun 2020, akan digelar PON XX sehingga membutuhkan perhatian serius. 


"Saya heran kenapa sebuah perusahan milik negara, tidak punya kemampuan menyelesaikan pekerjaan yang begitu penting. Apalagi yang saya dengar bahwa pengusaha-pengusaha lokal, telah ikut membantu dengan menggunakan modal sendiri," tuturnya. 


Untuk itu, Saleh meminta, pemerintah pusat lebih giat lagi melakukan pengawasan terhadap BUMN yang mendapat proyek di daerah-daerah. 


"Biasanya perusahaan itu hanya duduk manis dan menerima hasil akhir. Sementara yang bekerja adalah para kontraktor lokal dengan modal pas pasan. Itupun mereka masih mengalami kendala administrasi pelunasan yang berliku-liku," tuturnya. 


“Kebanyakan pejabat negara kalau ke Timika hanya mau melihat Freeport. Padahal Freeport itu berada di pinggiran kota Timika. Tidak ada kendala listrik tidak kendala sampah tidak ada kendala sumber daya manusia, dan lain-lain,” ungkapnya.(mkr/SP)

Kategori:
Bagikan