Loka POM Mimika Periksa Jajanan Takjil Bebas Bahan Berbahaya

Selasa, 07 Mei 2019 19:15 WIT
Petugas POM Timika memeriksa jajanan takjil di Kota Timika. (Foto: Sevianto Pakiding/SP)

TIMIKA | Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Mimika, Papua memeriksa dan menguji sampel makanan dan minuman berbuka puasa atau takjil yang dijajakan di Kota Timika.

Pada Selasa (7/5) sore, petugas Loka POM Mimika mengambil sampel jajanan takjil di Jalan KH Dewantara, depan Masjid Agung Babussalam. Seluruh sampel yang diambil langsung diuji di lokasi menggunakan alat uji cepat (rapid test).

Kepala Loka POM Mimika, Herianto Baan, mengatakan jajanan takjil diuji apakah mengandung bahan-bahan berbahaya yang sering disalahgunakan pada makanan seperti formalin, borax, pewarna tekstil rhodamin B, dan pewarna kuning metanil. 

"Ini untuk memastikan produk-produk takjil aman untuk dikonsumsi. Alat ujinya memakai rapid test, sehingga kita bisa langsung mengetahui hasilnya," kata Herianto di sela-sela pemeriksaan.

 

alt text

 

Menurut Herianto, jika ditemukan hasil positif takjil terindikasi mengandung bahan berbahaya, maka pihaknya akan melakukan pemeriksaan lanjutan di laboratorium.  

"Kalau misalnya ada hasil positif, kita akan memeriksa penjualnya apakah benar menggunakan barang-barang yang dilarang, kemudian kita periksa sarana produksinya. Sambil kita memastikan produk itu diuji di lab," kata dia. 

Namun di hari pertama uji sampel dilakukan, Loka POM belum menemukan jajanan takjil yang mengandung bahan-bahan berbahaya bagi kesehatan. 

Pemeriksaan takjil, kata Herianto, masih akan dilakukan di sejumlah lokasi penjualan lainnya yang ada di Kota Timika dan sekitarnya. 

"Sebenarnya ini program Badan POM menjelang Idul Fitri atau selama bulan Ramadan, untuk memastikan seluruh produk makanan itu layak dikonsumsi," katanya. 

Selain pemeriksaan takjil, Loka POM Mimika juga melakukan pemeriksaan intensifikasi pangan di berbagai distributor, toko, swalayan maupun kios.  

"Karena biasanya, konsumsi atau permintaan pangan masyarakat meningkat pada saat Ramadan dan jelang Idul Fitri," jelas Herianto. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan