Dinas Pariwisata Papua Dorong Pelaku Usaha di Mimika Siap Hadapi PON XX

Rabu, 08 Mei 2019 09:56 WIT

TIMIKA | Dinas Pariwisata Provinsi Papua menggelar workshop bersama mitra usaha di Kabupaten Mimika dalam rangka menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 mendatang. 


Workshop yang digelar di Hotel Grand Tembaga, Kota Timika, Selasa (7/5), membahas terkait persiapan pariwisata Mimika untuk kunjungan wisatawan saat PON. 


Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas SDM dan Kelembagaan Provinsi Papua Amelia Ondikeleuw mengatakan, kegiatan ini diadakan supaya masyarakat dunia usaha sadar dan siap menghadapi peluang pariwisata menjelang PON. 


"PON XX ini adalah salah satu peluang pasar bagi pariwisata di daerah Mimika, agar bagaimana supaya uang yang dibawah oleh wisatawan itu dapat berputar di daerah kita, tidak dibawah kembali," kata dia. 


Menurutnya, festival dan ivent-ivent daerah juga dapat menjadi nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi di Mimika, namun sayangnya sudah tidak ada lagi bahkan jarang ditemui sekarang ini. 


Selain dunia usaha, kata Amelia, yang akan dibahas dalam kegiatan tersebut adalah tempat pariwisata yang menjadi salah satu hal penting untuk diperhatikan. 

 

alt text

Wesley Simanungkalit


Kepala Bidang Pariwisata, pada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Mimika, Wesley Simanungkalit mengatakan, selain Kuala Kencana, Cartenz, Hutan Mangrove di PPI Pomako juga salah satu destinasi objek wisata nantinya yang akan dipromosikan. 


"Rencananya hutan mangrove itu akan diperluas sekitar 500-600 meter dari 90 meter yang sudah ada, juga akan dibangun di dalamnya regola, gasebo, dan fasilitas umum yang memenuhi standar atau layak pakai," katanya. 


Ia mengemukakan, anggaran sebesar Rp3,4 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) akan disiapkan untuk 5 item kegiatan pembangunan potensi wisata. 


"Dana yang paling banyak diserap untuk objek wisata mangrove adalah trekking karena trekkingnya sendiri panjang dan dibangun di atas mangrove yang tingkat kesulitannya tinggi," jelasnya.


Sebelumnya, Ketua Harian KONI Mimika Cesar Avianto mengatakan, sekitar 6.000-an atlet bersama oficial dari 34 provinsi di Indonesia akan mengunjungi Timika saat penyelenggaraan PON XX September-Oktober tahun 2020 di Provinsi Papua.


Terdapat delapan hingga sembilan cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan di Timika yaitu Atletik, Futsal, Basket, Golf, Biliar, Judo, Tenis Meja serta penyisihan Sepakbola Putra.


"Jumlah tamu yang akan datang pastinya bisa lebih dari itu atau kurang dari itu. Sebab untuk cabor atletik saja, terdapat 44 nomor putra-putri yang pertandingan untuk memperebutkan medali emas, perak dan perunggu," kata Cesar.


Dengan jumlah tamu yang demikian besar akan datang ke Timika itu, katanya, Timika selaku salah satu kota penyelenggara PON Papua harus siap.


"Kami sebagai tuan rumah harus siap menyambut tamu-tamu yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia. Ini hajatan besar sehingga harus mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Mimika," kata Cesar.


Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Mimika Bram Raweyai mengatakan, para pengusaha hotel dan restoran di Timika sangat antusias menyambut perhelatan PON 2020.


"Sebagai tuan rumah, kami harus siap mendukung pemerintah daerah untuk sukses menyelenggarakan PON 2020 di Tanah Papua. Sudah tentu atlet, official dan tamu yang datang ke Timika sangat banyak. Ini berkat yang harus kami syukuri," kata Bram.


Ia menyebut pertumbuhan perhotelan di Timika dalam beberapa tahun terakhir cukup meningkat drastis. Di Timika, katanya, kini sudah terdapat hotel bintang empat, bintang tiga, bintang dua, dan bintang satu.


Beberapa hotel besar dengan jumlah kamar cukup banyak di Timika seperti Rimba Papua Hotel yang khusus melayani tamu-tamu PT Freeport Indonesia, Hotel Horison Ultima di Jalan Hasanuddin, Grang Mozza Hotel di Jalan Cenderawasih, Hotel dan Restoran Cenderawasih 66 di Jalan Cenderawasih, Grand Tembaga Hotel Jalan Yos Sudarso dan lainnya. (Cr-03/SP)

Kategori:
Bagikan