KKP Biak Gelar Workshop Cegah Penyakit Berpotensi KLB di Timika

Rabu, 08 Mei 2019 21:56 WIT

TIMIKA | Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Biak menggelar workshop tentang pengendalian dan penanggulangan penyakit berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB) di pintu masuk negara wilayah kerja Timika. 

Workshop bersama Dinas Kesehatan Mimika dan para stakeholder KKP berlangsung di Hotel Horison Ultima, Timika, Jalan Hasanuddin, Rabu (8/5). 

Kegiatan ini diadakan dalam rangka mencegah penyebaran penyakit yang berpotensi menjadi kejadian luar biasa (KLB) di Mimika. 

Adapun sosialisasi KKP digelar setiap bulannya, untuk memberitahukan kepada masyarakat umum terutama bagi mereka yang tinggal di dekat bandara, pelabuhan, dan penduduk yang keluar masuk dari Timika. 

Sekretaris Dinkes Mimika Reynold Ubra menyampaikan, kebijakan di dalam rencana strategis Dinas Kesehatan Mimika salah satu indikatornya adalah penyelidikan lingkungan terhadap penyakit yang berpotensi KLB. 

Kata Reynold, langkah-langkah yang dapat dilakukan yaitu dengan mengumpulkan sumber informasi dari masyarakat, dari Puskesmas, dan juga berdasarkan analisa data. 

"Dengan acuan Kemenkes No 45 tahun 2014 tentang bagaimana sistem kewaspadaan dini dalam respon kejadian luar biasa," katanya. 

Menurutnya, perlu dipastikan apakah sumber informasi benar atau tidak, dan apakah bisa dipertanggung jawabkan atau tidak. Jika ada penyakit yang berpotensi wabah, maka akan dilaporkan kurang dari satu kali 24 jam. 

"Kemudian, membandingkan data harian dan mingguan, kira-kira apakah betul termasuk dalam kejadian luar biasa atau tidak," kata dia. 

Jika terjadi peningkatan kasus dua kali lebih tinggi dari waktu sebelumnya, maka diadakan investigasi lalu dikomunikasikan bersama petugas puskesmas, kemudian mengumpulkan data-data atau informasi dari masyarakat yang sakit dan tidak sakit, lalu ditindak lanjuti. 

"Salah satu sosialisasi yang telah dilakukan dalam langkah penanggulangan KLB seperti kasus DBD dengan melakukan foging," kata Reynold. 

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Biak, Bambang Budiman, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mencegah dan mendeteksi dini penyakit-penyakit yang berpotensi KLB, baik dari luar maupun dari dalam Timika lewat pintu masuk bandara dan pelabuhan. 

"Pencehagan dan deteksi ini kami lakukan tiap hari itu khusus di kawasan bandara dan pelabuhan, dengan cara bertanya dan melakukan pemeriksaan bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan keluar dan masuk Timika khusunya bagi orang yang kelihatan sakit, pucat, dan lemas," katanya. 

Selain itu, KKP juga memberikan pemahaman bagi masyarakat di sekitar bandara dan pelabuhan bagaimana mencegah penyakit seperti DBD dan malaria yang penularannya dari nyamuk. 

"Seperti membersihkan lingkungan, survei jentik, lalu menaburkan bubuk abate, kemudian foging jika daerahnya terdapat banyak nyamuk yang besar dan melakukan pemeriksaan kesehatan," kata dia. 

Ia mengakui, pihaknya mengalami kendala dalam mendeteksi secara seksama karena kurangnya SDM, alat dan bahan yang mendukung. 

Kepala Seksi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi (PKSE) Kantor Kesehatan Kelas III Biak, dr. Esra Medi Rura menjelaskan, KKP adalah unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P) Kementrian Kesehatan RI. 

"Yang mempunyai tugas pokok yaitu mencegah masuk dan keluarnya penyakit yang berpotensi menularkan wabah KLB PHEIC melalui pintu masuk wilayah atau negara," katanya. 

"Inti dari kegiatan KKP adalah menyiapkan ilmunya, meningkatkan kapasitasnya, dan meningkatkan jejaring kerja," sambung dia. (Cr-03/SP)

Kategori:
Bagikan