Akhirnya Anggota PPD Enam Distrik di Papua Ditemukan

Jumat, 10 Mei 2019 22:10 WIT
Ronal M Manoach

TIMIKA |  Proses Pemilu 2019 di Papua tidak semua ditingkat kabupaten berjalan mulus. Ada beberapa daerah yang anggota panitia penyelenggara distrik (PPD) bahkan menghilang, seperti di Jayawijaya.

Pasca pencoblosan, anggota PPD dari  enam  yakni Distrik Maima, Silokarnodogai, Tagime, Walelagama, Wolo, dan Yalengga, Kabupaten Jayawijaya menghilang setelah perebutan suara Pemilihan Legislatif mencuat. Di Jayawijaya pencblosan menggunakan sistem noken.

Namun akhirnya anggota PPD tersebut berhasil ditemukan di salah satu lokasi di Jayawijaya setelah Bawaslu dan KPU Papua, aparat keamanan, serta tokoh masyarakat bekerjasama melakukan pencarian.

Komisioner Bawaslu Papua, Ronal M Manoach mengatakan, sebelumnya dilakukan pertemuan dengan KPU Jayawijaya untuk mencari keberadaan anggota PPD tersebut, namun tidak berhasil ditemukan.

“Kami kemudian minta nama-nama dan nomor kontak PPD tersebut selanjutnya koordinasi dengan pihak keamanan. Kapolres langsung bertindak cepat untuk mencari mereka, dan didukung tokoh masyarakat dan akhirnya ditemukan,” katanya.

Ronal menjelaskan, menghilangnya enam PPD itu, karena masalah perebutan suara. Karena di Jayawijaya masih menggunakan sistim noken. Masyarakat yang tidak puas kemudian melakukan aksi demo di kantor Bawaslu.

“Kami sarankan, apabila dalam pleno terjadi ketidaksesuaian, maka Bawaslu kabupaten melakukan perbaikan sesuai hasil di lapangan, yang tujuannya untuk meminimalisir konflik,” katanya.

Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Tolikara, dimana ada satu distrik PPDnya mengilang. Karenanya, pihaknya menyarankan agar KPU memberhentikan sementara PPD tersebut dan mengambil alih tugas tersebut untuk pelaksanaan pleno.

Dikatakan untuk menghindari keterlamabatn pelaksanaan pleno kata Ronald, maka KPU dan Bawaslu membentuk tim supervisi ke beberapa kabupaten yang terindakasi bermasalah.

“Tim supervisi itu turun ke lapangan, agar tidak mempengaruhi jadwal dan tahapan pelaksanaan rekap ditingkat provinsi. Karena, kalau ditingkat provinsi terlambat, maka di nasional pun juga terlambat,” kata Ronal di Graha Eme Neme Yauware.

Salah satu kabupaten yang didatangi yakni  Jayawijaya. Dimana di daerah tersebut ada 11 distrik yang anggota PPDnya tidak diketahui keberadaannya. (mkr/SP)

Kategori:
Bagikan