Baznas Mimika Tetapkan Besaran Zakat 1440 H

Sabtu, 11 Mei 2019 16:17 WIT
Umar Habib

TIMIKA | Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Mimika telah menentukan besaran zakat 1440 H/2019 masehi. Besaran zakat ini tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya. 


Ketua Baznas Kabupaten Mimika, Papua, Umar Habib mengatakan, pihaknya telah melakukan musyawarah dan menetapkan besaran zakat berdasarkan hasil survey untuk bahan pokok terutama beras. 


"Tahun ini zakat berupa uang sebesar Rp35 ribu per jiwa atau beras 3 kilo gram per jiwa. Selain zakat fitrah ada juga zakat fidya yaitu zakat yang dibayarkan untuk mengganti puasa per satu hari yang ditinggalkan sebesar Rp30 ribu per jiwa," tutur Habib kepada Seputarpapua.com saat di temui di kantor Baznas, jalan Ki Hajar Dewantara, Sabtu (11/5). 


Disebutkan Habib, selain zakat fitrah dan fidyah, ada pula zakat maal yaitu zakat penghasilan yang dihitung dari 2,5 persen total harta yang dimiliki. Zakat maal dengan ketentuan setara dengan 83 gram emas dalam setahun, harus dikeluarkan zakatnya atau mempunyai penghasilan Rp 45 juta-lebih dalam setahun, bisa mengeluarkan zakat maalnya.


Habib kembali menjelaskan terkait Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Baznas memiliki 54 mesjid yang telah memiliki Surat keputusan (SK). 


"Seperti pada tahun lalu untuk UPZ-nya ada 54 masjid sedangkan yang melapor hanya 42 mesjid, sementara 12 masjid lainnya jangankan setoran untuk laporan saja tidak," jelasnya. 


Untuk itu, Habib mengimbau UPZ dapat melaporkan dan menyetor zakat infaq shadaqah ke Baznas. Karena pada hakikatnya UPZ hanya sebagai pengumpul zakat bukan pendistribusian zakat. 


"Jika ingin membagikan zakat fitrah boleh di masing-masing masjid, tetapi untuk zakat mall, infag, shadaqah harus di setor ke Baznas. Ada masjid di Timika yang zakat fitrahnya sanggup mengumpulkan sampai Rp50 juta tetapi hanya menyetor ke Baznas sebesar Rp1 juta saja," tuturnya. 


"Sementara yang terjadi satu tahun terahir ini setiap Mustahik (yang berhak)  menerima zakat itu setiap kali mereka kesusahan membutuhkan uang datangnya ke Baznas," ungkapnya. 


Termasuk untuk masjid dan Musholah yang sedang di bangun, baik untuk kepentingan Organisasi Masyarakat (Ormas) islam juga ke Baznas. 


"Terus apa yang bisa kita berikan jika UPZ tidak setor, jadi harapan kami cobalah ditingkatkan lagi," kata Habib. 


Sementara untuk batas pengumpulan zakat tersebut menurut habib sebaiknya paling lambat satu minggu sebelum Idhul Fitri. 


"Sehingga para mustahik ini dapat menggunakan zakat tersebut untuk keperluan mereka menyambut Idhul Fitri, sebab jika malam idhul fitri baru dibagikan saya rasa kurang maksimal dan juga adanya jarak yang membutuhkan waktu untuk membagikan zakat," jelasnya. 


Ada delapan golongan yang berhak menerima zakat yakni fakir, miskin, amil, muallaf, gharimin, fisabilillah dan ibnus sabil. 


Selain itu juga tambah Habib bahwa ada program bingkisan Ramadhan untuk para Imam dan guru ngaji. Serta bantuan beasiswa untuk para guru honorer yang memang dari segi gajinya tidak cukup untuk membiayai sekolah anaknya. (Cr-2/SP)

Kategori:
Bagikan