Pemkab Mimika Bangun Generasi Milenial Sadar Hukum

Minggu, 12 Mei 2019 20:18 WIT
Foto bersama panitia dan narasumber dengan siswa SMA 4 beserta guru usai kegiatan. (Foto: Yunita/SP)

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua melalui Bagian Hukum mendorong generasi milenial sadar hukum khususnya di kalangan pelajar tingkat SMA melalui penyuluhan hukum terpadu.

Salah satu kegiatan penyuluhan digelar di SMA Negeri 4 Mimika, Sabtu (11/5). Bagian Hukum Setda Mimika menarget 10 sekolah untuk melakukan kegiatan serupa yang sudah berlangsung sejak 8 Mei 2019.

Kegiatan tersebut melibatkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Polres Mimika melalui Satuan Lalu Lintas.

Di hadapan 100-an siswa, Kepala BNNK Mimika Kompol Mursaling menyampaikan beberapa hal mengenai UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, yang menyangkut pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, dan prekursor narkotika. 

"Pada poin pertama ini kami menjelaskan mengenai aspek hukum, dampak negatif terhadap kesehatan, ekonomi, dan sosial bagi yang mengedarkan dan menggunakan narkotika," kata Mursaling.

Untuk aspek hukum, dikatakan, bilamana narkotika/narkoba disalahgunakan maka akan ditindak lanjuti berdasarkan hukum. 

Kemudian dari aspek kesehatan, bila sudah ketergantungan dengan obat-obatan terlarang tersebut, akan berdampak pada fungsi saraf otak, rongga mulut, kerongkongan, pencernaan, paru-paru dan kulit.  

Sedangkan aspek sosialnya, bisa saja terjadi secara ekstrim kepada yang bersangkutan atau si pemakai/pengedar, diusir/dikeluarkan dari lingkup sekolah atau pun lingkungan dimana dia berada. 

"Dari aspek ekonomi dapat memiskinkan keluarga tersebut atau orang yang ketergantungan karena obat-obatan terlarang itu harganya mahal," kata Mursaling. 

Mengenai rehabilitasi yang diatur dalam Pasal 546 UU Nomor 35 tahun 2009, kata Mursaling, maka kewajiban orang yang ketergantungan atau kecanduan wajib direhabilitasi, baik itu rehabilitasi medis ataupun sosial, agar supaya yang tadinya up normal bisa menjadi normal kembali. 

Di samping itu, Mursaling menjelaskan mengenai peredaran berbagai jenis obat-obatan terlarang yang kini telah merambat dari kota sampai pelosok desa/kampung. 

Sementara narasumber dari KPA Mimika, Richard Arthur Tutu, menjelaskan tentang informasi dasar HIV dan Aids, bagaimana cara penularan dan pencegahannya, dan terlebih khusus mengenai pengetahuan Aids komprehensif. 

Menurut data, ungkap Richard, kasus HIV/Aids dari tahun 1999 - 2018 di Mimika tercatat sekitar 5.718 penderita. 

"Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita bisa menekan jumlah angka supaya tidak terjadi lagi penambahan kasus yang lebih banyak lagi," katanya. 

Menurut Richard l, HIV adalah virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia yang tidak bisa disembuhkan. Sedangkan Aids adalah sekumpulan tanda gejala yang ditimbulkan karena HIV yang penanganannya masih bisa disembuhkan. 

Ada lima pengetahuan komprehensif mengenai Aids yang dipaparkan Richard, yaitu HIV tidak menular melalui gigitan nyamuk, tidak ditularkan melalui kontak sosial, tidak bisa dilihat dengan kasat mata tetapi melalui pemeriksaan darah, HIV bisa dicegah dengan setia kepada pasangan, dan terakhir cegah HIV dengan menggunakan kondom saat berhubungan lebih dari satu orang. 

Richard pun memberikan tips untuk mencegah penularan infeksi HIV/AIDS, yang disebut rumus 'ABCDE'.  

A (abstinance) adalah tidak berhubungan seks sebelum menikah, B (be faithful) adalah saling setia pada pasangan, C (condom) - jika A dan B tidak bisa dicegah, D (don't use drugs) atau tidak memakai narkoba, E (educations) meningkatkan pengetahuan tentang HIV. (Cr-03/SP)

Kategori:
Bagikan