Terbukti Bersalah, Dua Anggota KNPB Timika Divonis Penjara

Senin, 13 Mei 2019 19:03 WIT
Sidang kasus melawan perintah penguasa umum yang digelar di PN Kota Timika. (Foto:Dok/SP)

TIMIKA | Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Timika, Provinsi Papua Saiful Anam menjatuhkan hukuman dua anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Timika karena terbukti bersalah melanggar Pasal 214 ayat (1) KUHP, yaitu Melawan Perintah Penguasa Umum. 


Kedua anggota KNPB Timika tersebut adalah Yakonias Womsiwor yang divonis 1 tahun 6 bulan. Sedangkan Erichzon Mandobar  divonis 1 tahun 3 bulan. Putusan diberikan oleh majelis hakim, setelah pembacaan duplik oleh Penasihat Hukum terdakwa, pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Timika, Senin (13/5) 


Putusan ini juga lebih rendah dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dimana sebelumnya JPU menuntut Yakonias Womsiwor dua tahun pidana penjara. Sementara Erichzon Mandobar dituntut 1 tahun 6 bulan.


Kuasa hukum terdakwa, Veronica Koman menganggap putusan yang diberikan tidak adil, baik secara prosedur maupun substansinya. 


“Agenda sidang hari ini seharusnya hanyalah duplik atau tanggapan pembelaan kedua oleh Penasihat Hukum. Tapi, hakim kemudian membacakan putusan yang telah diketik tepat setelah duplik selesai dibacakan. Ini menunjukkan, hakim tidak memberikan kesempatan waktu yang sama dalam mempertimbangkan pembelaan duplik Penasihat Hukum dibanding replik JPU,” kata Veronica melalui pesan singkatnya kepada seputarpapua.com.


Perlu diketahui, Yakonias Womsiwor alias Jack dan Erichzon Mandobar alias Erik diamankan oleh aparat gabungan TNI-Polri pada 15 September 2018. Dimana, pada saat itu aparat gabungan melakukan penggeledahan di Sekretariat KNPB, Jalan Freeport Lama Kebun Sirih (komplek bendungan), untuk mendapatkan bukti lain atas ditangkapnya Ruben Wakla alias Yale Wakla alias Phoynang Wakla alias Ruben, pelaku kepemilikan 155 butir amunisi pada 10 September 2018 lalu.


Penggeledehan di Sekretariat KNPB Timika dipimpin oleh Kompol Arnolis Korwa (mantan Wakapolres Mimika). Disaat akan dilakukan penggeledahan, keduanya melakukan penghadangan terhadap petugas dengan membawa senjata tajam. 


Kompol Arnolis Korowa meminta untuk meletakkan senjata, namun tidak dihiraukan oleh keduanya. Sehingga keduanya diamankan karena menghalang-halangi petugas dengan membawa sajam. (mkr/SP)

Kategori:
Bagikan