TNI Tangkap Pimpinan Tentara Revolusi West Papua Berpangkat Mayor Jenderal

Senin, 13 Mei 2019 20:21 WIT
Cap: Delapan simpatisan TRWP yang ditangkap di perbatasan RI-PNG (Foto: Dok Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH)

TIMIKA | Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/DGH yang menjaga wilayah perbatasan RI-PNG, berhasil menangkap salah satu tokoh Tentara Revolusi West Papua (TRWP) beserta tujuh simpatisannya, Minggu (12/05).

Komandan Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari, mengatakan penangkapan bermula saat rombongan simpatisan TRWP tersebut melintasi Pos Kotis Satgas Yonif PR 328/DGH.

“Mereka datang dari arah PNG menuju Jayapura. Saat akan melewati pos penjagaan, dilakukan protap pemeriksaan rutin oleh Danru jaga Provost Sertu Iwan. Dari hasil pemeriksaan ditemukan sebuah kartu identitas anggota TRWP di dalam tas,” kata Mayor Erwin Iswari, Senin (13/5). 

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam di Pos Kotis Satgas, kata Erwin, diketahui salah satu simpatisan TRWP merupakan pimpinan dari TRWP berpangkat Mayor Jenderal. 

“Saat kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut, banyak kami temukan dokumen-dokumen kegiatan dari organisasi ini yang dilakukan di PNG seperti KTA TRWP, laptop yang berisi video kegiatan TRWP serta dokumen tertulis lainnya," ungkap Erwin. 

Dikatakan Erwin, salah satu tokoh penting organisasi tersebut berperan sebagai penggalang dana untuk mendukung kegiatan-kegiatan kelompok yang ingin mendirikan sebuah negara di Papua. 

 

alt text

KTA Salahsatu anggota TRWP

Adapun delapan simpatisan TRWP itu adalah MW (50) selaku pimpinan rombongan, kemudian YT (40), MW (27), EW (49), HT (40), FW (46) dan BU (46).

"MW ini mengenali semua pejabat-pejabat dari organisasi mereka,” kata Mayor Erwin.

Tak luput Dansatgas mengajak para simpatisan TRWP tersebut agar kembali ke pangkuan NKRI karena kegiatan mereka selama ini dianggap salah dan melawan negara. 

“Kami berikan pemahaman bahwa Papua adalah bagian dari Indonesia, dan pemerintah sudah berupaya untuk memajukan Papua,” tutur Erwin. 

Setelah dilakukan pemeriksaan barang bukti berupa laptop yang dibawa para simpatisan TRWP, ditemukan berisi sejumlah dokumen foto dan video kegiatan dari organisasi tersebut. 

“Untuk data-data ini akan kami dalami kembali dengan berkoordinasi dengan satuan atas untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Atas perintah Pangdam XVII/Cenderawasi Mayor Jenderal TNI Yosuha Pandit Sembiring, saat ini seluruh tersangka berikut barang buktinya telah diserahkan ke Polda Papua untuk penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut.

 

alt text

Struktur organisasi TRWP

Sekedar diketahui, TRWP atau TRPB (Tentara Revolusi Papua Barat) merupakan hasil reorganisasi angkatan bersenjata sayap militer Papua Barat selama tahun 2001-2006.

Konsolidasi dan reorganisasi sayap militer Papua Barat dipandang perlu untuk membantu OPM dalam kiprah politiknya di dunia internasional, dalam melakukan lobi-lobi dan dialog dengan berbagai pihak. 

"Organisasi politik haruslah dibebaskan untuk berkiprah secara bebas dan aktiv dalam berbagai tingkatan dan pendekatan serta lobi-lobi politik untuk kepentingan bangsa Papua," demikian dikutip dari penjelasan resmi Markas Pusat Pertahanan Komando Tertinggi TRWP. 

Pada 26 November - 3 Desember 2006, telah dilakukan sebuah Kongres Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Keputusan Kongres Nomor 01 menyatakan sebuah deklarasi bahwa secara resmi Tentara Revolusi West Papua memisahkan diri dari Organisasi Papua Merdeka. 

Sebagai tindak lanjut daripada itu, maka telah diselenggarakan sebuah pertemuan yang menghadirkan berbagai pihak dan organisasi dari West Papua di Vanuatu awal tahun 2007. Rapat ini memutuskan membentuk sebuah koalisi nasional untuk pembebasan West Papua. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan