Isak Tangis Warnai Kelulusan Siswa SMK Kasih Rafael Mimika

Senin, 13 Mei 2019 21:33 WIT
Suasana haru dan bahagia saat pengumuman kelulusan siswa SMK Kasih Rafael Timika. (Foto: Yunita/SP)

TIMIKA | Pengumuman kelulusan siswa-siswi SMK Kasih Rafael Mimika, Provinsi Papua diwarnai dengan isak tangis kebahagian. 


Sama seperti sekolah yang lain, kebahagiaan ini dihiasi dengan aksi coret-coret baju sekolah. Para guru pun ikut ambil bagian dalam aksi ini. Saling berpelukan antara siswa dan guru sembari meneteskan air mata membuat suasana semakin haru. 
 

Sekolah yang bertemakan "Kasih" ini menamatkan 16 siswa-siswi dari 18 orang siswa yang merupakan angkatan pertama.


Ketua Yayasan Y. Natalis Fatubun mengatakan tingkat kelulusan sekolahnya tidak mencapai 100 persen karena dua siswa dinyatakan tidak lulus. 


Siswa yang tidak lulus tidak memenuhi kriteria untuk mengikuti ujian, baik dari segi presensi, kelengkapan nilai dari semester satu hingga akhir, maka dengan sendirinya tidak berhak mengikuti ujian nasional karena administrasinya tidak lengkap.


Siswa SMK Kasih Rafael sebagian besar adalah siswa-siswi yang tidak mampu, bahkan ada yang diambil dari jalan yang kemudian dididik dan dibimbing. Proses pendidikan juga dilakukan atas dasar kasih. 


"SMK Kasih Rafael adalah sekolah yang didirikan atas dasar kasih. Pintar, cerdas dan lain-lain itu yang kesekian, tetapi yang utama itu dia harus punya jiwa kasih," tutur Natalis, di Timika, Senin (13/5). 


"Karena di Indonesia ini sudah banyak yang cerdas tapi yang punya jiwa kasih itu hanya sedikit, maka Kasih itu lebih tinggi nilainya dari apapun. Jiwa kasih dari Malaikat Rafael inilah yang menjadi panutan sekolah SMK Kasih Rafael," tambahnya. 


Natalis menjelaskan, selama ini pihak sekolah mengontrak gedung SMK Katolik Tunas Bangsa untuk kegiatan belajar mengajar. Rencananya gedung sekolah akan dibangun di komplek Irigasi, Jalan Hasanuddin. 


"Untuk biaya-biaya administrasi dan lain-lain seperti uang sekolah, pengadaan alat-alat belajar itu ditanggung oleh pihak sekolah atau gratis" jelasnya. 


"Sumber pendapatan untuk membiayai operasional sekolah itu berasal dari yayasan dan pemerintah dalam hal ini dana Boss," tambahnya lagi. 


Natalis menambahkan, pihak sekolah juga sedang berusaha mencari beasiswa untuk siswa-siswi lulusan SMK Kasih Rafael untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 


"Kalau memang belum ada, maka kami akan alihkan ke lembaga keterampilan dan kursus yang telah diakui Kementrian Pendidikan agar bisa diterima di dunia kerja," ujarnya. (Cr-03/SP)

Kategori:
Bagikan