Kisah Motoris Terombang-ambing Lima Hari di Lautan Tanpa Air Minum

Selasa, 14 Mei 2019 18:07 WIT
Rambo Bokowi (20), motoris longboat berpenumpang 32 orang yang sempat terombang-ambing lima hari di lautan. (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Longboat berpenumpang 32 orang asal kabupaten Asmat, Papua, ditemukan terombang-ambing di perairan Dobo, kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, Selasa (14/5).


Longboat bermesin 40 PK dan berukuran 2x9 meter itu bertolak dari distrik Pantai Kasuari tujuan Agats, Ibu Kota Kabupaten Asmat, Rabu (8/5). Perahu dinyatakan hilang setelah kehabisan bahan bakar di muara Atjsi, Kamis (9/5). 


Ke-32 penumpang yang berada dalam perahu tersebut, terdiri atas 21 laki-laki dewasa, 6 anak-anak diantaranya satu balita masih menyusui, dan 5 wanita 2 diantaranya dalam kondisi hamil.


Seluruh penumpang ditemukan dalam kondisi selamat setelah lima hari terombang-ambing di lautan, tanpa persedian makanan dan air minum.  


Kisah Motoris 

Motoris longboat, Rambo Bokowi (20), bercerita, ketika itu mereka bertolak dari Pantai Kasuari tujuan Agats pada Rabu (8/9) sekitar pukul 10.00 pagi. Mereka singgah mengisi BBM di distrik Fayit.  


Sekitar pukul 19.00 malam, ketika sampai di Muara Atjsi (berjarak sekitar 2 jam perjalanan ke Agats), bahan bakar habis. Perahu kemudian terbawa arus dan terombang-ambing ke tengah laut. 


"Kami terbawa arus, masuk sampai di laut biru. Tidak ada dayung, kami terombang-ambing sudah di situ," kata Rambo. 


Pada Kamis pagi, Rambo terpaksa mencopot mesin perahu, membuang sebagian barang seperti beras dan sagu ke laut, untuk mengurangi beban perahu yang mulai kemasukan air dan dikhawatirkan tenggelam. 


"Karena perahu berat, air masuk. Setelah copot mesin, buang barang-barang ke laut, kami terus terbawa arus sampai ke perairan Dobo," kisah Rambo. 


Selama terapung-apung di lautan, mereka hanya makan sagu mentah untuk menahan lapar. Namun tidak ada persediaan air minum, mereka terpaksa mengonsumsi air laut yang berkadar garam tinggi. 


"Ada anak kecil, salah satunya masih menyusui. Ada anak kecil menangis karena haus, lapar. Kemudian dikasih air laut saja, baru mulai diam. Tidak ada air minum," kata Rambo. 


Kemudian pada Senin (13/5) pagi, mereka tersangkut di sebuah pelampung jaring ikan di perairan Dobo. Mereka menunggu di tempat itu dengan harapan kapal yang akan mengambil jaring segera datang. 
 

"Kami tunggu di situ sampai kapal pertama datang, tapi lewat, berarti bukan mereka punya (jaring itu)," ujar Rambo.


Tidak lama kemudian, kapal ikan bernama KM Karya Bahari II akhirnya tiba. Empat orang penumpang longboat kemudian terjun ke laut, berenang menggunakan jerigen lalu naik di kapal tersebut. 


"Empat orang naik ke kapal itu, kemudian kasih tahu bahwa masih ada rekan kami berada di longboat," katanya. 


KM Karya Bahari II kemudian mengevakuasi seluruh penumpang longboat pukul 10.00 pagi. Selanjutnya kapal mengangkat jaring, kemudian membawa para korban. 

 

alt text


Dievakuasi ke Timika 

Kantor SAR Timika terus berusaha menghubungi para penumpang longboat. Akhirnya pada Selasa (14/5) pagi, SAR Timika berhasil terhubung dengan salah satu penumpang longboat.


SAR Timika kemudian mengerahkan satu unit kapal cepat untuk melakukan penjemputan. Proses pemindahan 32 penumpang longboat dari KM Karya Bahari II ke kapal SAR Timika berlangsung pukul 08.00 WIT pagi.


Ke-32 korban selanjutnya dibawa ke Kantor SAR Timika. Seorang wanita hamil dilarikan ke RSUD Mimika untuk mendapatkan penanganan medis karena sakit. Berikut 31 penumpang lainnya menyusul memeriksa kesehatan.


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika Monce Brury mengatakan, pihaknya kini telah menyerahkan seluruh korban ke RSUD Mimika untuk selanjutnya akan dikoordinadikan ke Pemkab Asmat. 


"Kami sudah melakukan pendataan penumpang longboat, awalnya dilaporkan 30 orang namun setelah didata menjadi 32 orang," kata Brury. (rum/SP)

Berikut Data 32 Penumpang Longboat 

alt text

Ket:  

5 perempuan dewasa
3 anak perempuan
21 laki-laki dewasa
3 anak laki-laki

Kategori:
Bagikan