Personel Terbatas, Seribu Babinkamtibmas Tangani 5 Ribu Desa di Papua

Rabu, 15 Mei 2019 20:41 WIT
Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh

TIMIKA | Kepolisian Daerah Papua hingga kini masih keterbatasan personel termasuk yang bertugas sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas).


Direktur Binmas Polda Papua Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh mengatakan, saat ini tercatat 1.049 personel Babinkamtibmas tersebar di seluruh Papua, dimana terdapat 5.004 kampung/desa di Provinsi Papua. 


"Berarti kan harusnya masih kurang banyak, begitu pun untuk Mimika sendiri masih belum juga tercukupi (tercatat hanya 50 lebih Babinkamtibmas tangani 133 kampung di Mimika)," kata Kombes Pol Ricko Taruna di Timika, Rabu (15/5). 


Kombes Taruna mengakui, keterbatasan personel Babinkamtibmas yang bertugas  untuk pemolisian masyarakat memang masih menjadi salah satu kendala tugas pelayanan dan pengabdian Polri.


"Jujur bahwa memang kendalanya banyak tugas rangkap yang harus dilakukan babinkamtibmas, yang harusnya satu babinkamtibmas untuk satu desa tanpa diganggu oleh kegiatan yang lain," katanya. 


Bahkan, kata Taruna, tingginya kebutuhan fungsi pengamanan kepolisian di Papua, kerap kali memaksa sebuah kebijakan pengalihan fungsi Babinkamtibmas menjadi anggota Sabhara dan lainnya. 


"Enggak total sebagai babinkamtibmas, tetapi itu enggak masalah kok, (tugas) kita selama ini masih bisa kita laksanakan dan masih bisa berjalan dengan baik," kata dia.


Pada Senin (13/5) lalu, Kombes Ricko Taruna melakukan tatap muka dengan jajaran Babinkamtibmas yang bertugas di lingkungan Polres Mimika. 


Ia mengatakan, kedatangannya untuk memberikan motivasi kepada seluruh babinkamtibmas, selaku ujung tombak kegiatan preemptive di lingkungan Polres Mimika. 


"Supaya mereka semakin meningkatkan kemampuan kegiatan-kegiatan, baik secara teknis ataupun secara pelaksanaan tugas-tugas di wilayahnya," kata Kombes Taruna. 


Menurut dia, Babinkamtibmas mengemban fungsi sangat penting dalam tugas pembinaan masyarakat, deteksi dini dan mediasi atau negosiasi agar tercipta kondisi yang kondusif di kampung maupun kelurahan.


"Program babinkamtibmas banyak yang sudah berjalan, seperti door to door sistem, kemudian sosialisasi masalah hoax,  masalah bantuan sosial, FGD terhadap pemecahan masalah di lingkungan desa binaannya, serta kegiatan lain yang tentu berhubungan dengan fungsi preemtif," pungkasnya. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan