Lowongan CPNS Pedalaman Mimika Sepi Peminat, Sejumlah Formasi Masih Kosong

Kamis, 16 Mei 2019 22:42 WIT
Sumber: sscn.bkn.go.id (Foto: Cptr/SP)

TIMIKA | Pendaftaran online dan pengiriman berkas fisik Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Mimika, Papua, akan berakhir pada Jumat 17 Mei 2019 pukul 00.00 WIT malam.

Pemkab Mimika membuka pendaftaran/ registrasi online dan pengiriman berkas fisik calon peserta CPNS melalui Kantor Pos selama 15 hari kerja, dimulai sejak 24 April - 17 Mei.

Pada portal pendaftaran CPNS online di sscn.bkn.go.id, Kamis (16/5) malam, terpantau para pelamar telah mengisi lowongan CPNS yang terbagai dalam tiga formasi yakni tenaga guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis. 

Namun menariknya, lowongan tenaga guru maupun tenaga kesehatan untuk sekolah dan puskesmas di wilayah pedalaman dan pesisir, nampaknya sepi peminat. Bahkan ada sejumlah formasi masih kosong.

Lokasi formasi yang masih kosong didominasi jenis formasi untuk Umum Asli Papua, antaralain SMP Negeri Uta - guru Seni Budaya, Puskesmas Hoeya - Dokter Umum, SMP Negeri Umar Ararau - Guru Matematika.

Kemudian, SMP Negeri Amar - Guru Prakarya dan Guru Seni Budaya, Puskesmas Wakia - Perawat dan Bidan, Puskesmas Jita - Bidan, Puskesmas Arwanop - Dokter Umum, SMP Negeri Mapar - Guru Matematika.

Puskesmas Jila - Perekam Medis, SMP Negeri Mapar - Guru IPA, SMP Negeri Jita - Guru IPA, SMP Negeri Omauga - Guru IPA, Puskesmas Amar - Bidan, SMP Negeri Agimuga - Guru IPA, Puskesmas Jita - Perawat, Puskesmas Hoeya - Kesehatan Lingkungan.

Selain faktor wilayah penempatan, kekosongan formasi juga didominasi minimnya lulusan S-1 PGSD dengan jenis formasi Umum Asli Papua yang dibuka untuk jabatan Wali Kelas Ahli Pertama.

Sebaliknya, beberapa lokasi formasi yang paling banyak didaftar didominasi jenis formasi Umum Non Papua (Labepa), antaralain SMP Negeri Sentra Pendidikan - Guru IPA - 32 pendaftar, SD Inpres Sempan Barat - Guru Kelas - 30 pendaftar.

Puskesmas Timika Jaya - Perawat - 41 pendaftar, Puskesmas Timika Jaya - Bidan - 47 pendaftar, SMP Negeri Amar - Guru Matematika - 52 pendaftar, SMP Negeri 2 Mimika - Guru Bahasa Indonesia - 32 pendaftar, Puskesmas Mapurujaya - Bidan - 68 pendaftar.

Puskesmas Timika - Bidan - 45 pendaftar, Puskesmas Limau Asri - Ilmu Kesehatan - 30 pendaftar, SD Inpres Sumapro - Guru Kelas - 39 pendaftar, SMP Negeri Uta - Guru Bahasa Inggris - 71 pendaftar, SMP Negeri Uta - Guru Matematika - 42 pendaftar.

SD Inpres Pomako - Guru Agama Protestan - 40 pendaftar, Puskesmas Pasar Sentral - Perawat - 43 pendaftar, SMP Negeri Jila - Guru IPS - 53 pendaftar, SD Inpres Mapurujaya - Guru Kelas - 33 pendaftar, Puskesmas Timika - Perawat - 45 pendaftar, Puskesmas Pasar Sentral - Bidan - Umum - 48 pendaftar. 

Sementara untuk instansi lain yang paling padat pendaftar, yakni Disdukcapil - SLTA/Admin - 292 pendaftar, Dinas Satpol PP - SLTA- Asli Papua - 208 pendaftar (dibutuhkan 15), Dinas Sosial SLTA/Admin - 131 pendaftar (dibutuhkan 1), Diskominfo - SLTA/Admin - 174 pendaftar (dibutuhkan 1).

Kemudian DLH - SLTA/Admin - 260 pendaftar, Disdukcapil - Umum Asli Papua - SLTA/Admin - 202 pendaftar, Dinas Kesehatan - Asli Papua - SLTA/Admin - 128 pendaftar, Dinas Satpol PP Asli Papua - SLTA - 191 pendaftar. 

Hingga Kamis (16/5) siang, sekitar 3.076 berkas fisik lamaran CPNS sudah dikirim melalui Kantor Pos Timika ke Badan Kepegawaian (BKD) Kabupaten Mimika.

Manajer Operasi dan Distribusi Kantor Pos Timika, Muhammad Azizul Hakim,  mengatakan, ada tiga Po Box dalam pengiriman berkas CPNS. Po Box 3000 untuk tenaga kesehatan, Po Box 4000 untuk tenaga pendidik, dan Po Box 5000 untuk tenaga teknis. 

"Untuk pengiriman berkas dengan Po Box 3000 sebanyak 634 item, sedangkan Po Box 4000 sebanyak 613 item dan untuk Po Box 5000 sebanyak 1829, jadi total untuk hari ini sudah sebanyak 3.076 item," kata Aziz kepada Seputar Papua, Kamis.

Adapun kuota CPNS Pemkab Mimika tahun 2018 yang baru dilaksanakan di tahun 2019 ini sebanyak 300 formasi, terdiri atas 111 tenaga guru, 117 tenaga kesehatan, dan 72 tenaga teknis. 

Dari kebutuhan 300 pegawai tersebut, dibagi atas dua kriteria persyaratan khusus, yakni 240 pegawai atau 80 persen untuk Orang Asli Papua (OAP) dan 60 pegawai atau 20 persen non Papua. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan