Legislator Minta Komitmen Pemkab Mimika Soal Kuota CPNS untuk Amor

Kamis, 16 Mei 2019 23:02 WIT
Thadeus Kwalik

TIMIKA | Anggota DPRD Mimika, Thadeus Kwalik meminta agar Pemkab Mimika berkomitmen atas kuota penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) bagi puta-putri Amungme-Kamoro (Amor) 80 persen.

“Pemkab Mimika harus prioritaskan Amor dengan presentase 80 persen pada penerimaan CPNS nanti. Dan itu harus dibuktikan sebagai bentuk dukungan dan kepeduliannya kepada anak-anak asli daerah ini,” kata Thadeus di Kantor DPRD Mimika, Kamis (16/5).

Kata Thadeus, selama ini Pemkab Mimika tidak pernah berpihak pada Amor dalam formasi pegawai, baik untuk honorer maupun PNS. Karena ini terbukti, pegawai dari Amor atau bahkan Papua lainnya bisa dihitung dengan jari.

Hal ini sangat disayangkan, dengan minimnya putra-putri Amor yang menjadi pegawai pemerintahan. Dan ini menunjukkan kalau Pemkab Mimika sama sekali tidak memiliki kebijakan yang membela masyarakatnya sendiri.

"Orang lain semuanya yang jadi pegawai. Dan kami cuma jadi penonton. Padahal Bupatinya putra daerah, tapi mana tidak bisa buat apa-apa," ujarnya.

Selain itu, Thadeus juga mengingatkan untuk menghentikan praktek suap dalam penerimaan CPNS. Karena ini akan membuat kesenjangan dan menimbulkan konflik maupun masalah lainnya.

"Dulu di SMPN 2 ada temuan beberapa anak tidak bisa baca. Itu karena asal-asalan merekrut pegawai guru. Dan ini terjadi karena ada nepotisme dan suap. Sehingga pejabatnya yang untung masyarakat korbannya," tegasnya.

Untuk itu, dalam penerimaan CPNS putra-putri Amor harus 80 persen. Dan apabila tidak terjadi, sehingga menyebabkan mereka demo dan menuntut datang kepada DPRD, maka pihaknya tidak mau ikut bertanggungjawab. Pasalnya DPRD tidak pernah berbuat kecurangan.

"Apabila mereka (putra-putri Amor) tidak puas dan demo di DPRD, saya akan katakan ke mereka, untuk pergi dan datangi panitia penerimaan untuk menjelaskan. Dan kami tidak mau terkena imbas akan hal tersebut,” tuturnya. (mkr/SP)

Kategori:
Bagikan