Antisipasi Konflik, Penerbangan Timika - Ilaga Dihentikan Sementara

Sabtu, 18 Mei 2019 22:49 WIT
Pesawat terbang perintis di Bandara Mozes Kilangin Timika. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Untuk mengantisipasi konflik dan hal-hal tidak diinginkan, pihak keamanan terpaksa menghentikan sementara penerbangan perintis Timika - Ilaga maupun sebaliknya.

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto mengatakan, antisipasi itu dilakukan menyusul beredarnya isu yang menggiring seolah-olah medan konflik antarwarga di Ilaga dipindahkan ke Mimika. 

“Isu dipindahkannya medan konflik tersebut, merupakan dampak pembunuhan yang terjadi di Kwamki Narama pada saat peresmian gereja beberapa waktu lalu,” kata Kapolres saat ditemui di kantor Pusat Pelayanan Polres Mimika, Sabtu (18/5).

Merespon masalah tersebut, kata Kapolres, pada Jumat (17/5) malam telah dilaksanakan razia penertiban di Kwamki Narama. Tiga warga terpaksa diamankan karena ditemukan membawa alat perang tradisional. 

"Padahal jauh sebelumnya, kami sudah ingatkan tidak boleh ada alat perang dalam bentuk apapun. Dan kalau ada yang bawa akan diproses dengan Undang-undang Darurat," kata Marlianto.

Selain itu, kepolisian rutin melakukan patroli dialogis setiap saat. Apabila ada konsentrasi massa akan diperiksa. Apabila identitasnya bukan masyarakat Kwamki Narama, apalagi yang berasal dari luar daerah, maka akan diamankan. 

“Kalau perlu orang tersebut akan dikirim kembali ke daerah asal,” ujar Kapolres. 

Pihak kepolisian juga melakukan kerjasama dengan maskapai penerbangan perintis. Dimana, untuk sekarang ini penerbangan yang menuju ke Ilaga atau sebaliknya dimoratorium, sampai isu ini mulai mereda.

Di samping itu, barang-barang bawaan penumpang pesawat juga akan diperiksa. Apabila ada alat perang maupun senjata tajam dan lain sebagainya yang berbahaya ditemukan, akan dilakukan penertiban dan penyitaan. 

“Moratorium ini sudah berjalan 3 hari. Dan dari itu, mendapat perlawanan dari sekelompok masa yang mengancam akan melakukan pembunuhan apabila tidak difasilitasi untuk berangkat ke Ilaga,” kata dia.

Ia mengatakan, terhadap kondisi tersebut, kepolisian memberikan jaminan rasa aman. Dimana dilakukan penebalan pasukan di kantor maskapai, bandara baru, dan wilayah Kwamki Narama.

“Tujuannya, agar tidak memperluas menjadi konflik terbuka. Sehingga TNI-Polri  yang merupakan presentasi negara harus hadir, untuk memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat luas. Khususnya di Kwamki Narama bahwa perbuatan tersebut harus segera dihentikan,” ungkapnya. (mkr/SP)

Kategori:
Bagikan