Terpengaruh Informasi Hoax, Masyarakat Serbu Dinsos untuk Daftar PKH

Rabu, 22 Mei 2019 17:33 WIT
Sejumlah masyarakat berkumpul depan kantor Dinas Sosial untuk meminta kejelasan terkait isu PKH. (Foto: Hadija/SP)

TIMIKA | Ratusan masyarakat asli Papua mendatangi Kantor Dinas Sosial Kabupaten Mimika di Kantor Pusat Pemerintahan, SP3, Distrik Kuala Kencana, Rabu (22/5). 


Mereka ramai-ramai ingin mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). 


Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mimika Petrus Yumte mengatakan, masyarakat dipengaruhi oleh informasi hoax atau bohong yang menyebutkan adanya pendaftaran PKH dengan membawa foto Copy Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). 


"Masyarakat sebenarnya tidak salah, tetapi ada oknum yang menyampaikan informasi hoax kepada mereka sehingga mereka datang kesini," tutur Petrus. 


Ia menjelaskan, sudah ada informasi yang disampaikan di Dinsos bahwa tidak ada pendaftaran PKH karena itu bukan tanggung jawab Dinsos. 


"Hampir 30 persen bantuan PKH ini tidak diterima Orang Asli Papua (OAP) karena memang data itu langsung dari pusat, kami selalu berusaha agar data itu bisa diubah, tetapi kembali lagi kita hanya bisa berusaha yang berhak itu di pusat," jelasnya. 


Petrus juga mengatakan bahwa data yang ada di pusat itu adalah data dari tahun 2009, dan pihaknya juga tidak mengetahui terkait data itu. 


"Ada sebanyak 8000 penerima PKH di Kabupaten Mimika, dan masalahnya itu banyak OAP yang tidak masuk daftar PKH," tambahnya. 


Ditemui salah satu masyarakat yang ikut dalam aksi itu Yosep mengatakan,  terjadi kesalahan yang dilakukan Dinsos sehingga mengundang amarah masyarakat. 


"Sebenarnya masyarakat sudah datangi Dinsos dari hari Kamis lalu, salahnya mereka itu mereka terima berkas (KK dan KTP) dari masyarakat kemaren sementara hari ini mereka tidak terima dengan alasan tidak ada pendaftaran PKH, itu yang salah dan membuat masyarakat menjadi marah," tutur Yosep. 


Ia menambahkan, ini hanya kesalahpahaman saja, tetapi menjadi besar karena pada hari Kamis lalu mereka terima sementara hari ini ditolak jadi kesannya masyarakat ditipu. (Cr-2/SP)

Kategori:
Bagikan