Empat Pengeroyok Security BRI di Timika Terancam Tujuh Tahun Penjara

Kamis, 23 Mei 2019 15:26 WIT
Ilustrasi

TIMIKA | Empat tersangka beserta barang bukti kasus pengeroyokan Security Bank BRI SP 1, Timika, diserahkan ke Kejaksaan Negeri Mimika, Rabu (22/5).

Keempat tersangka, yakni FFD, IVW, YR, dan KO dijerat Pasal 170 Ayat (2) ke-1 KUHPidana, setelah mengeroyok Sadrak Jemi Tayaan di depan Kantor Unit Bank BRI SP 1, Jalan Yos Sudarso, Minggu 31 Maret lalu. 

"Tersangka dan barang bukti (tahap II) perkara tindak pidana kejahatan terhadap ketertiban umum/pengeroyokan, telah dilimpahkan ke Kejaksaan," kata Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru Ipda Andi Suhidin kepada Seputar Papua, Kamis (23/5).

Ipda Suhidin menerangkan, peristiwa pengeroyokan itu terjadi saat korban Sadrak Jemi Tayaan tengah menjalankan tugas sebagai Security atau Satpam Kantor Unit Bank BRI SP 1, Timika.

Ketika itu datang tersangka FFD bersama tiga orang rekannya hendak menarik uang tunai di ATM BRI tempat korban bekerja. 

Salah satu pelaku keluar dari mesin ATM, kemudian menaiki motor milik korban yang sedang terparkir. Tersangka selanjutnya mencoba memasukkan kunci (hendak menghidupkan) motor tersebut. 

"Melihat hal itu, korban keluar dari mesin ATM kemudian menegur salah satu pelaku dengan mengatakan 'kamu mau pencuri yah'? Namun para tersangka tidak terima lalu mengeroyok korban," kata Suhidin.

Para tersangka mengeroyok korban secara bersama-sama hingga mengakibatkan korban mengalami luka robek di bibir, luka robek kepala bagian belakang, mata memar, dan wajah tampak babak belur. 

"Setelah dikeroyok, korban melaporkan hal itu ke Mako Polsek Mimika Baru guna proses hukum lebih lanjut," ujar Suhidin.

Tersangka disangkakan pasal tindak pidana kejahatan terhadap ketertiban umum, sebagaimana dimaksud dalam primer Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHPidana, subsider Pasal 170 KUHPidana, dengan ancaman paling lama tujuh tahun penjara. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan