Kemenkes RI Latih Populasi Kunci STBP Pada LSL

Jumat, 24 Mei 2019 15:07 WIT

TIMIKA | Untuk meningkatkan kualitas Survey Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) kepada Lelaki Seks Lelaki (LSL) atau homo seksual,  Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaksanakan pelatihan kepada populasi kunci yang ada di Timika, Papua. 


Pelaksanaan pelatihan dilakukan di Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS Mimika mulai dari tanggal 20 hingga 23 Mei 2019. 


Staf Sub Bidang HIV AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS)  Kemenkes Rudi Hutagalung mengatakan,  kegiatan ini merupakan kegiatan rutin bulanan dengan tujuan menjangkau seberapa banyaknya masyarakat yang terkait dengan HIV AIDS dan PIMS husunya pada LSL. 


Disamping itu, untuk mengetahui kondisi sebenarnya perilaku dan hasil sampel biologis atau hasil pemeriksaan terhadap respondens yang terkait dengan HIV AIDS maupun PIMS. 


Kegiatan itu dikhususkan kepada populasi kunci dengan melakukan survey dalam hal ini dimaksudkan ialah lelaki penyuka sesama jenis (homo) yang sangat berisiko terhadap penyakit menular HIV AIDS dan PIMS. 


"Seperti pada waria dan pelanggannya, PPS dan pelanggannya, pemakai narkoba suntik (penasun) dan lelaki seks lelaki. Melalui mereka diharapkan dapat melakukan survey dan penelitian yang dapat dijadikan data dan dari data itu kembali akan diolah lagi menjadi data nasional," jelas Rudi. 


Survey ini dilaksanakan di sejumlah kabupaten di 23 provinsi. Dan yang menjadi titik penelitian itu di tentukan secara statistik oleh Pelatihan dan Pengembangan Kesehatan,  Kemenkes. Program ini bekerjasama dengan Universitas Indonesia yang nantinya akan mengelola data yang diperoleh. 


"Khusus di Timika akan dititikberatkan pada Lelaki Seks Lelaki (LSL) yang kira-kira akan menargetkan sekitar 250 orang menurut pemetaan litbankes dari hasil penelitian selama ini," ungkap Rudi. 


"Untuk mengambil data dari LSL ini akan dilakukan face to face atau bersifat sembunyi, melalui seseorang yang sebagai fasilitator yang nantinya diharapkan agar dapat memudahkan kita juga untuk mendapatkan data-data yang kita harapkan," tambahnya lagi.


Rudi menjelaskan, dari hasil survey ini, nantinya akan menghasilkan sebuah kebijakan untuk tindaklanjut pencegahan penyebaran HIV AIDS dan PIMS khususnya di Kabupaten Mimika.


"Syarat-syaratnya sendiri untuk dapat dijadikan responden adalah lelaki yang berusia diatas 15 tahun, dalam setahun terakhir pernah melakukan hubungan seksual dengan lelaki yang lainnya, dan berpenduduk di Kota Timika," pungkasnya. (Cr-03/SP)

Kategori:
Bagikan