Karantina Pertanian Timika Usulkan Pembentukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah

Jumat, 24 Mei 2019 18:52 WIT
Kepala stasiun karantina Pertanian Timika, Tasrif (Foto:Ist/SP)

TIMIKA | Stasiun Karantina Pertanian Timika mengusulkan Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua dapat membentuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Tim ini terdiri dari lintas instansi baik daerah maupun vertikal yang memiliki keterkaitan.


Kepala Stasiun Karantina Pertanian Timika Tasrif mengatakan, pembentukan TPID ini untuk mengontrol pemasukan distribusi bahan pangan yang dilalulintaskan, antara distribusi dan ketersediaan sebelum terjadi lonjakan harga. 


"Karena sudah menjadi hal yang biasa menjelang hari raya keagamaan itu harga barang melonjak khususnya bahan-bahan pangan," tutur Tasrif saat ditemui di ruang kerjanya, jalan Yos Sudarso KM5, Jumat (24/5). 


Dijelaskan Tasrif bahwa perlu adanya TPID ini, karena nantinya tim ini bukan hanya sebagai informan tetapi juga dapat memberikan masukan, sehingga Pemkab Mimika dan instansi terkait dapat mengantisipasi apabila terjadi lonjakan harga barang apalagi pada saat hari raya keagamaan. 


"Hal inilah yang sama-sama harus kita sikapi bersama Pemkab dan Instansi terkait agar dapat memberikan informasi dan angin segar kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat merasakan adanya perhatian terhadap mereka," jelasnya. 


Lanjut Tasrif, bahwa dengan adanya tim ini juga semisal karantina Pertanian, Pemkab dan instansi terkait, nantinya dapat menginvetarisir terkait ketersediaan bahan pangan. 


Menurutnya, melonjaknya harga barang kadang terjadi karena disengajakan atau disiasati oleh agen maupun pedagang. 


"Seperti pada harga bawang yang beberapa waktu lalu mengalami kenaikan harga yang drastis, jika masalah ini tidak diantisipasi dengan baik oleh pemerintah maka akan terus terjadi," ungkapnya. 


Fungsi Tim Pengendalian Inflasi Daerah ini juga untuk melakukan pengendalian terhadap harga barang, dengan mengetahui distribusi pangan yang masuk ataupun yang  tersedia. 


"Kita harus mengetahui dan mendapatkan informasi ketersediaan pangan di kabupaten seperti apa, sehingga untuk mengendalikan hal itu tentunya kita harus memiliki data atau informasi yang jelas agar gejolak pasar itu diketahui," tambahnya. 


Tasrif mencontohkan bahwa kerja tim inflasi daerah itu salah satunya menggali informasi tentang ketersedian pangan,  contohnya bawang merah dan bawah putih ada atau tidak pada petani lokal. Jika ada seberapa banyak dan tidak ada apa yang harusnya dilakukan. 


"Jadi itu salah satunya tugas tim inflasi daerah. Hasilnya itu akan menjadi masukan dan tindakan apa yang harus dilakukan apabila terjadi saat barang ada atau tidak ada di pasaran," Jelasnya.(Cr-2/SP)

Kategori:
Bagikan