Puskesmas Kwamki Baru Gelar MRAN 2019

Jumat, 24 Mei 2019 22:42 WIT
Suasana pelaksanaan Malam Renungan Aisd Nusantara 2019 di Puskesmas Kwamki Baru. (Foto: Yunita/SP)

TIMIKA | Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua, melalui Puskesmas Kwamki Baru yang di dukung oleh CHD PT Freeport Indonesia dan ISOS PHMC mengelar Malam Renungan Aids Nusantara (MRAN) 2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Puskesmas Kwamki Baru, Kota Timika, Jumat (24/5). 


Turut hadir dalam kegiatan tersebut tamu undangan dari Polsek Mimika Baru, Gereja Paroki Tiga raja, Ebenhezer, Kingmi, OMK Tiga Raja, Asrama Putri Putra, Remaja Pemuda Masjid Al Furqan, Papua Care, Kerukunan Keluarga Besar SULUT, SPSI PTFI, Universitas Timika, Politeknik Amamapare, Poltekes Kemenkes Jayapura dan Relawan AIDS Mimika.


Kepala Puskesmas Kwamki Baru Maria Yosinta dalam sambutannya mengatakan, jumlah Kasus HIV AIDS di Kabupaten Mimika sampai Desember 2018 sudah mencapai 5,583 kasus dengan tingkat prevelansi HIV/AIDS cukup tinggi di Indonesia. 


Untuk menekan angka tersebut, Lanjut Maria, perlu ditingkatan pengetahuan dan kepedulian masyarakat dan keluarganya mengenai HIV/AIDS dan penyakit menular seksual lainnya.


"Dengan memperluas Informasi mengenai HIV/AIDS dan meningkatkan kepedulian mengenai isu tersebut, diharapkan masyarakat, dan keluarga turut berperan aktif dalam upaya pencegahan serta penanggulangan HIV/AIDS dan penyakit menular seksual lainnya," tuturnya.


Lanjut Maria, salah satu langkah untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian, pihaknya menggelar Malam Renungan AIDS Nusantara 2019.


Ia menjelaskan, anggota panitia merupakan stakeholder yang peduli dengan penanggulangan HIV AIDS di Kabupaten Mimika dan masyarakat yang tergerak hatinya untuk menolong sesama manusia terutama bagi para staff yang bekerja di lingkungan pemerintahan, swasta, NGO dan lainnya, yang ikut serta merangkul
orang dengan HIV Positive untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi di lingkungan masyarakat sekitarnya.


Kata Maria, tema kegiatan MTAN 2019 adalah "Intensifying the fight for health and human right" dan sub tema yaitu "Berbeda bersama dan bersatu dalam mencegah stigma dan diskriminasi serta penegakan hak asasi manusia akan bisa menekan laju perkembangan Virus HIV".


"Saya yakin dan percaya kita bisa menekan laju perkembangan virus HIV
AIDS di tanah Mimika dan dengan momen bulan puasa kita bersama bergandeng tangan untuk memerangi virus ini," tambahnya.


Selain itu perwakilan PT.FI, H.Toyip berpesan kiranya kegiatan ini menjadi tantangan bagi semua pihak dalam menghadapi penyebaran virus HIV/AIDS agar lebih mawas diri dalam bertindak. 


"Jadi mari teman-teman gereja menjadi pioner merubah perilaku yang negatif menjadi positif, dan juga bagi remaja-remaja mesjid mari menjadi sumber penebar kebaikan, mengajak orang menjadi perilaku yang baik," ungkapnya. 


"Inilah menjadi tantangan kita bersama, jangan sampai remaja kita menjadi rusak mental dan moralnya maka itu mari kita kembangkan perilaku yang baik, sehingga korban berkurang bukan bertambah, kalau bertambah berarti prestasi kita menurun dan sebaliknya jika korban menurun maka prestasi kita meningkat," tambahnya lagi. 


Kegiatan MTAN 2019 inj ditutup dengan renungan yang dibarengi dengan penyalaan lilin oleh semua peserta yang hadir, serta diiringi dengan alunan musik dan puisi-puisi terkait renungan Aids Nusantara. (Cr-3/SP)

Kategori:
Bagikan