Bawa Alat Perang dan Sajam di Jalanan, Polisi Langsung Tangkap

Selasa, 28 Mei 2019 14:21 WIT
Wakapolres Mimika Kompol I Nyoman Punia dan tamu undangan melakukan pemusnah alat perang dengan cara membakar. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Sebaikanya Anda harus berfikir dua kali jika akan membawa senjata tajam (Sajam) dan alat perang berupa panah dan lainnya di jalanan, jika tidak polisi akan menangkap dan memproses pemiliknya sesuai dengan aturan yang berlaku.

Untuk menjaga Mimika tetap aman dan damai, polisi bahkan tidak memberikan ampunan bagi yang sudah diamankan. Seperti yang dikatakan Wakapolres Mimika Kompol I Nyoman Punia bahwa polisi tidak memberikan toleransi penangguhan penahanan.

Dalam kasus kepemilikan alat perang ini, polisi mengamankan enam orang dan dijerat dengan  Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951.

Pernyataan ini tegaskan Kompol Punia usai memusnahkan alat perang, yakni busur panah 9 buah, anak panah 49 buah, dan bahan baku anak panah 537 buah.  Pemusnahan dilakukan di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32 disaksikan oleh seluruh Komandan Satuan, FKUB, dan beberapa organisasi masyarakat lainnya.

Ia mengatakan, Polres Mimika terus berupaya menjaga Kamtibmas di Mimika tetap kondusif dengan melakukan operasi rutin, terutama di Kwamki Narama.

“Ketegasan dari Bapak Kapolres (AKBP Agung Marlianto), barang bukti alat perang yang dibawa dan bisa mengganggu kamtibmas diamankan. Bukan hanya alat perang saja, tapi termasuk senjata tajam dan orang yang membawanya,” katanya.

Wakapolres juga menyampaikan, kasus kepemilikan alat perang dan senjata tajam, Polres Mimika memiliki kebijakan tidak ada penangguhan penahanan, meski awalnya pihaknya sedikit repot kerena berhadapan dengan masyarakat.
"Setiap hari minimal tiga orang masyarakat datang meminta dilakukan penangguhan penahanan. Kita sudah berkomitmen hal itu tidak ada,"katanya.

“Kalau ada yang lihat, kami amankan dan melakukan penahanan terhadap orang yang membawanya. Ini dilakukan, agar tidak ada tindak pidana baru,” tambahnya.

Ketegasan yan dilakukan kata Wakapolrese membuahkan hasil. Saat ini angka kriminalitas semakin menurun hingga pelaksanaan Pemilu 2019 lalu berjalan dengan lancar.(mkr/SP)

Kategori:
Bagikan