7 Mahasiswa Peserta Beasiswa YPMAK Kembali ke Kampus Usai Jalani PPL di SATP

FOTO - 7 Mahasiswa peserta beasiswa YPMAK yang melaksanakan PPL di SATP foto bersama. (Foto: Mujiono)
FOTO - 7 Mahasiswa peserta beasiswa YPMAK yang melaksanakan PPL di SATP foto bersama. (Foto: Mujiono)

TIMIKA | 7 Mahasiswa peserta beasiswa Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) ditarik kembali ke Universitas Katolik De La Salle Manado, setelah melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP).

Penarikan 7 mahasiswa PPL ditandai dengan penyerahan souvenir dari Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Katolik De La Salle Manado kepada Kepala Perwakilan Yayasan Pendidikan Lokon (YPL), pada Jumat (18/11/2022).

PPL 7 mahasiswa peserta beasiswa YPMAK ini merupakan kerjasama antara Universitas Katolik De La Salle, Manado dengan YPL dimulai pada 14 September 2022 lalu.

YPL sendiri merupakan mitra pendidikan dari YPMAK pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, yang mengelola SATP.

Perwakilan Mahasiswa PPL, Anince Pigai berucap syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan kesempatan kepada 7 mahasiswa untuk melaksanakan PPL di SATP.

Selama menjalani PPL 2 bulan, pihaknya mendapatkan banyak pengalaman, baik pembelajaran di dalam maupun luar kelas.

“Kami benar-benar senang bisa praktek di SATP. Dan semoga apa yang kami dapatkan bisa bermanfaat bagi masa depan,” katanya.

Sementara Kepala SATP, Johanna MM Tnunay mengatakan, dirinya mengucapkan terimakasih kepada Unika De La Salle yang sudah mempercayakan SATP dalam membimbing mahasiwa untuk PPL.

Dia mengaku, program ini baru pertama kali dilakukan di SATP, dan mahasiswa yang datang merupakan anak-anak asli Papua peserta program beasiswa YPMAK.

“Dalam pelaksanaan PPL, mereka mengikuti secara baik tanpa ada keluhan. Ini membuktikan bahwa mereka sudah menerapkan profesionalnya sebagai seorang calon guru. Kedepan, kami harap mereka bisa kembali mengajar di SATP ini. Sehingga ada keterikatan batin dalam mengajar. Serta ada mahasiswa-mahasiswa yang dikirimkan ke SATP lagi,” ungkapnya.

Sementara Wakil Kepala Perwakilan Bidang Pendidikan dan Pembinaan YPL-SATP, Oktavianus V Rori mengatakan, atas nama YPL pihaknya memberikan apresiasi kepada YPMAK yang telah memberikan dukungan penuh kepada 7 mahasiswa dalam melaksanakan Studi di Unika Dela Salle, Manado.

Lanjutnya, PPL ini sudah selaras dengan visi dan misi YPL, yakni menyiapkan kader-kader terbaik dari Tanah Amungsa ini. Untuk itu perlu adanya kerjasama yang baik dalam menjalankan visi konkrit dalam mewujudkan kemandirian lembaga.

“Kami akui, sangat sulit untuk mencari guru SD di Timika. Karenanya kami ucapkan terimakasih kepada Unika yang telah mengirimkan mahasiswa PPL di SATP. Dan kepada 7 mahasiswa camkan terus 4 kompetensi yang ada untuk sukses, yakni profesional, sosial, pedagogi, dan kepribadian,” tuturnya.

Direktur YPMAK yang diwakili Kepala Divisi Pendidikan YPMAK, Feri Uamang mengatakan, kebutuhan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Timika adalah tenaga guru dan kesehatan.

Karenanya, YPMAK bekerjasama dengan berbagai mitra pendidikan, seperti Unika De La Salle untuk bisa mencetak SDM yang berkualitas dan tangguh.

Hal ini menjadi perhatian serius bagi YPMAK, agar ada guru anak-anak asli Papua. Dimana mereka lebih mengetahui kondisi dan budaya yang ada.

“Selama ini guru-guru yang dikirim ke pedalaman dan pesisir pantai kurang serius. Bahkan ada yang datang saat ujian dan ini jadi masalah. Oleh itu, para mahasiswa kalau sudah menyelesaikan masa studi bisa kembali ke daerah untuk mengembangkan SDM,” katanya.

Pada kesempatan itu pula, Feri juga mengingatkan kepada ke 7 mahasiswa untuk memperhatikan waktu studi. Dimana, pedoman beasiswa yang baru dan ini sudah disampaikan di kota-kota studi bahwa tidak boleh lebih dari 5 tahun.

Karenanya, selepas PPL untuk serius akan hal ini, sehingga bisa menyelesaikan waktu studi tepat waktu.

“Batas studi 5 tahun ini, agar bisa memberikan kesempatan kepada yang lain untuk mendapatkan hal yang sama (beasiswa),” ujarnya.

Rektor Universitas Katolik De La Salle, Prof Dr Johanis Ohoitimur mengatakan, PPL ini merupakan kerjasama antara Universitas Katolik De La Salle dengan YPL, yang dilatarbelakangi dari Monev YPMAK ke Universitas Katolik De La Salle.

Dimana, waktu itu dirinya berpikir setelah lulus mereka kerja dimana. Teryata selama ini YPMAK membantu sebagai sarjana dan selanjutnya mencari masing-masing.

“Dari itu muncul ide, kenapa penerima beasiswa tidak kembali ke daerah. Karenanya kami koordinasi dengan YPL dan akhirnya bisa dilakukan PPL,” katanya.

Lanjutnya, untuk di Universitas Katolik De La Salle akan memberlakukan mahasiswa program beasiswa YPMAK akan PPL ke daerah. Ini sesuai dengan visi-misi pemberdayaan dari YPMAK.

“Kami pastikan setiap tahun akan ada peserta PPL yang dikirim kesini. Dan 2 bulan PPL pertama ini membuktikan bahwa program bisa dikatakan berhasil,” ujarnya.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Mujiono
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.