Polisi Tangkap Tiga Terduga Provokator Aksi Karyawan Mogok

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Polisi Tangkap Tiga Terduga Provokator Aksi Karyawan Mogok
AKSI-Massa karyawan mogok membakar sepeda motor di Terminal Gorong – gorong pada Sabtu (19/8) lalu.

TIMIKA | Polres Mimika,  hingga Kamis (24/8/17) sudah menetapkan 10 tersangka aksi anarkis yang terjadi di Chek Point 28, Terminal Bus Gorong-gorong dan di PT Petrosea,  Jalan Cenderawasih,  Timika, Papua. Dari 10 tersangka,  tiga diantaranya diduga kuat sebagai provokator.

“Ketiganya masing-masing berinisial EY, JY dan AS. Mereka kita kenakan Pasal 160 KUHP karena teridentifikasi melakukan penghasutan atau provokasi pada kejadian tanggal 19 Agustus 2017 di lokasi Check Point 28 Timika,” kata Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon kepada wartawan di Hotel Horison Ultima di Jalan Hasanuddin, Kamis (24/8).

Penyidik Polres Mimika masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk menemukan pelaku lainnya. Termasuk telah meminta keterangan dari sejumlah pengurus SPSI Freeport. Hal ini dilakukan untuk mengungkap aktor intelektual di balik peristwa 19 Agustus lalu.

“Kami masih mendalami hal ini. Untuk bisa membuktikan ada atau tidaknya hubungan dengan pengurus SPSI terhadap demo anarkis pada tanggal 19 Agustus, itu perlu proses pembuktian,” kata Victor.

Ia menegaskan, penyidik tidak mengalami kesulitan untuk mengungkap oknum-oknum yang bertanggung jawab dalam kasus perusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas dan kendaraan milik PT Freeport dan milik pribadi warga dalam peristiwa tersebut.

Sementara Kepala Bidang Organisasi Pengurus Pimpinan Unit Kerja (PUK) SP-KEP SPSI PT Freeport Indonesia (PTFI),  Yapet Penggala mengatakan, yang terjadi pada Sabtu (19/8) itu adalah rangkaian dan eskalasi serta akumulasi kekecewaan anggota serikat pekerja atas permasalahan yang berlarut-larut.

Namun kata Yapet,  unjuk rasa itu tanpa sepengetahuan dan persetujuan pengurus serikat pekerja. Bagi anggota yang diduga terlibat, serikat pekerja telah menyiapkan pendampingan hukum.

“Kami juga sangat kaget, karena setelah terjadi situasi di CP 28, tiba tiba saya ditelepon, loh kenapa itu terjadi. Itu di luar kontrol kami. Kami sama sekali tidak tahu. Tapi itu memang anggota-anggota kami,” ungkap Yapet kepada wartawan di Sekretariat PUK SP-KEP SPSI PT FI, Jalan Budi Utomo, Selasa (22/8) sore.

Sejak resmi mogok pada 1 Mei lalu, hingga kini belum ada kata sepakat antara serikat pekerja dengan manajemen PT FI. Ditambah lagi, hasil pertemuan di Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) pada 10 Juli lalu tak kunjung dilaksanakan oleh Disnakertrans-PR Pemkab Mimika yang ditugaskan memfasilitasi pertemuan mediasi antara manajemen PTFI dengan serikat pekerja paling lambat tanggal 24 Juli atau dua minggu setelah pertemuan.

“Teman-teman kami menunggu komunikasi dengan Pemda karena itu yang paling ditunggu. Hanya itu pertemuan formal terakhir yang kita tunggu. Namun sangat disayangkan minggu keempat ini belum juga terjadi,” ungkap Yapet. (ipa/SP)

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
59 Tim Adu Kuat di Turnamen Bola Voli Kapolres Cup
59 Tim Adu Kuat di Turnamen Bola Voli Kapolres Cup
Wisata Alam Baru di Timika, Ayo dicek!!!!
Wisata Alam Baru di Timika, Ayo dicek!!!!
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Baca Juga