Tim Investigasi Ungkap Fakta Baru Tragedi 4 Warga Tewas Tertembak di Asmat

Rabu, 29 Mei 2019 19:20 WIT
Ketua Komnas HAM Papua Frits Ramanday bersama unsur terkait ketika melakukan investigasi tragedi tertembaknya 4 warga di Asmat. (Foto: Pendam XVII Cenderawasih)

TIMIKA | Tim investigasi mengungkap beberapa fakta baru di lapangan atas peristiwa tewasnya 4 warga yang tertembak dalam aksi anarkis memprotes hasil Pemilu Legislatif di Distrik Fayit, Kabupaten Asmat, Senin (27/5).

Empat warga tewas dan satu luka tembak dalam tragedi tersebut tertembak oleh anggota Pos Ramil Fayit, Serka Fajar, yang terpaksa melepaskan tembakan setelah terpojok dikepung ratusan massa pendukung salah satu Calon Legislstif (Caleg).

Menyikapi kejadian itu, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Yosua Pandit Sembiring langsung berkoordinasi dengan semua pihak untuk membentuk tim investigasi guna mendapatkan keterangan yang akurat. 

Tim investigasi yang terdiri dari unsur Pomdam XVII/Cenderawasi, Kumdam XVII/Cend, Kesdam XVII/Cend, Korem 174/ATW, Polda Papua dan Komnas HAM Papua, langsung bertolak ke Asmat keesokan harinya pasca kejadian, Selasa (28/5). 

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasi Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, tim investigasi tersebut dipimpin langsung oleh Danrem 174/ATW Brigje TNI R. Agus Abdurrauf.

Berikut rangkaian investigasi oleh tim gabungan yang dirilis oleh Penerangan Kodam XVII/Cenderawasi pada Rabu (29/5): 

-- Pada Selasa (28/05) pukul 08.00 WIT, tim investigasi berangkat dari Sentani menggunakan pesawat Helly M-17 milik Penerbad TNI AD menuju Asmat melalui Timika. 

-- Tim investigasi tiba di Bandara Ewer,  Asmat pukul 13.00 WIT disambut Bupati Asmat Elisa Kambu, dilanjutkan ke Distrik Fayit menggunakan speed boat melalui jalur sungai.

-- Pada pukul 15.00 WIT, tim investigasi  tiba di Distrik Fayit disambut oleh warga masyarakat setempat, Kepala Distrik dan para kepala kampung.

-- Setelah sampai di Distrik Fayit, Danrem 174/ATW selaku  ketua tim, Bupati Asmat dan Ketua Komnas Ham Frits Ramanday menyampaikan maksud kedatangan mereka, yaitu dalam rangka investigasi untuk mendapatkan keterangan secara valid atas kejadian insiden berdarah pada 27 Mei lalu.

-- Selanjutnya, tim melaksanakan kegiatan investigasi, diantaranya meninjau langsung kerusakan bangunan akibat amukan massa, wawancara kepada beberapa orang saksi, termasuk beberapa orang perwakilan warga pelaku penyerangan, memeriksa barang bukti dan melaksanakan olah TKP. 

Dari investigasi tersebut ditemukan beberapa fakta umum: 

a). Jumlah anggota Pos Ramil yang semula diberitakan 4 orang ternyata hanya 3 orang yaitu Serka Fajar, Serda Reftob dan Kopda Eko. Sedangkan satu orang lagi adalah anggota Babinkamtibmas Polsek Fayit, Briptu Dimas. 

b). Objek pengrusakan yang semula diberitakan kantor distrik dan rumah anggota DPRD Asmat. Namun dalam pemeriksaan ternyata hanya rumah salah seorang anggota DPRD Asmat, Hamdayani.  Sedangkan massa tidak berhasil masuk ke area kantor distrik karena dihalau oleh 3 orang anggota Pos Ramil. 

c). Warga yang melakukan penyerangan semuanya dari luar Kampung Fayit, yang datang secara mendadak dengan menggunakan perahu fiber dan speed boat, sedangkan seluruh warga Fayit bersembunyi mengamankan diri. 

d). Saat massa berusaha masuk ke area perkantoran, dicegat oleh 3 orang anggota Pos Ramil, seorang bersenjata senapan SS-1 a.n Serka Fajar, sedangkan yang lainnya tanpa senjata. Saat massa semakin mendesak, Serka Fajar mengeluarkan tembakan peringatan ke atas namun massa semakin beringas dan menyerang Serka Fajar. 

Serka Fajar bergerak mundur sambil menodongkan senjata hingga terpojok di sudut bangunan kios milik Sofyan. Setelah tidak bisa bergerak ke mana-mana, Serka Fajar terpaksa mengeluarkan tembakan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa 4 orang warga dan satu orang luka tembak di bagian lengan.

Setelah melakukan tembakan, Serka Fajar beserta anggota Pos Ramil lainnya mengamankan diri ke arah pemukiman warga di Kampung Fayit dan diamankan oleh warga kampung setempat. 

e). Saat dilaksanakan olah TKP, ditemukan beberapa barang bukti antara lain: 6 butir selongsong peluru di sekitar posisi terakhir Serka Fajar terpojok, kapak dengan gagang sepanjang 1,5 meter dan tongkat besi tergeletak sekitar 1 meter dari posisi Serka Fajar, anak panah tertancap di langit-langit kios, tepat di atas kedudukan Serka Fajar, dan sebuah anak panah tersangkut pada kain celana (barang dagangan yang dijual di kios). 

e). Ketiga anggota Pos Ramil beserta keluarganya telah dievakuasi ke Merauke dalam rangka tindakan pengamanan pada tanggal 28 Mei pagi hari, sebelum tim investigasi tiba sehingga belum bisa diminta keterangan. Rencana tim investigasi akan melanjutkan kegiatan ke Merauke untuk mendapatkan keterangan dari ketiga anggota tersebut pada kesempatan pertama. 

f). Keterangan Bupati Asmat bahwa isu tentang pemicu kerusuhan karena adanya peralihan suara oleh dirinya selaku Ketua Partai dari Caleg yang satu ke Caleg yang lain, adalah tidak mendasar karena seorang bupati atau kepala daerah tidak punya peluang dan dalam mencampuri hasil Pileg. Penetapan hasil Pileg sepenuhnya adalah kewenangan dan tanggungjawab KPU dalam pengawasan Baswaslu. 

g). Bupati Asmat Ellisa Kambu memimpin proses rekonsiliasi antara perwakilan perusuh sekaligus sebagai keluarga korban dengan pihak TNI, dengan kesepakatan seluruh pihak menerima segala akibat dari kejadian kerusuhan tersebut dan saling memaafkan serta saling menghormati, namun proses hukum tetap dilanjutkan dengan menjunjung tinggi hukum positif yang berlaku di Indonesia. 

h). Pada Selasa (28/5) pukul 08.30 WIT, tim investigasi kembali ke Distrik Agats, ibu kota kabupaten Asmat, untuk beristirahat.  Tim selanjutnya bertolak ke Merauke pada Rabu 29 Mei untuk memeriksa tiga orang anggota Pos Ramil Fayit.

"Untuk hasil dan kesimpulan investigasi akan diumumkan kemudian oleh tim investigasi, setelah proses investigasi selesai dan seluruh data serta fakta dikumpulkan dan dianalisa," pungkas 
Kolonel Inf Muhammad Aidi. 

Akibat kejadian itu, empat orang tewas atasnama Xaverius Sai (40), Nikolaus Tupa (38), Matias Amunep (16), dan Frederikus Inepi (35). Kemudian satu korban alami luka tembak atasnama Jhon Tatai (25). (rum/SP)

Kategori:
Bagikan