PHBI Mimika Siapkan Puluhan Imam dan Khatib untuk Salat Idul Fitri

Kamis, 30 Mei 2019 16:36 WIT
Foto bersama pengurus PHBI, MUI, dan para ustad di Mimika usai pembahasan jadwal dan penetapan imam dan khatib Salat Idul Fitri 1440 H. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika menyiapkan sejumlah imam dan khatib, untuk pelaksanaan Salat Idul Fitri 1440 H/2019 M. Untuk memantapkan rencana tersebut, dilakukan pertemuan dengan para ustad dan mubaligh di Gedung Serbaguna Babussalam, Kamis (30/5).


Ketua PHBI Mimika, La Itam Gredenggo mengatakan, dari hasil pertemuan tersebut ada 69 imam dan khatib yang akan ditempatkan di masjid-masjid di seluruh Kabupaten Mimika dan lapangan Timika Indah.


"69 imam dan khatib itu, baik yang lokal maupun tamu. Dimana untuk tamu ini merupakan kebijakan dari masjid masing-masing untuk mendatangkannya," kata La Itam.


Kata dia, setelah penetapan ini, nantinya kita akan membuatkan surat keputusan (SK). Sehingga para ustad bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.


"Kami harap, apa yang sudah ditetapkan ini untuk dijalankan dengan baik, agar pelaksanaan Salat Idul Fitri nanti bisa optimal," tuturnya.


Ia menambahkan, untuk masalah pawai takbir, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolres Mimika melalui telepon. Dan hasilnya, beliau (Kapolres) mendukung terhadap hal tersebut. Namun, untuk lebih jelasnya lagi, rencananya Jumat (31/5) PHBI akan ketemu secara langsung untuk membicarakan masalah tersebut. 


"Besok kami akan ketemu Kapolres untuk membicarakan pelaksanaan pawai takbir. Sekaligus menyerahkan surat permintaan," tuturnya.


Sementara Ketua MUI Mimika, Ustad Amin Ar, S.Ag mengatakan, pihaknya berharap pelaksanaan pawai takbir bisa dilaksanakan. Yang tujuannya untuk mengakomodir umat muslim di Mimika, dalam merayakan kemenangan di Idul Fitri nanti.


Sekaligus, untuk menertibkan pelaksanaan pawai takbir yang dilakukan secara pribadi.


"Lebih baik pawai takbir dilaksanakan, agar lebih tertib dan terkontrol dengan baik. Khususnya anak-anak muda yang ingin ikut pawai takbir," tuturnya.


Lanjutnya, kepada PHBI untuk lebih menekankan, agar tidak menggunakan knalpot racing bagi kendaraan roda dua dan empat,  sehingga pelaksanaan pawai takbir bisa lebih khusyuk. 


"Diminta untuk knalpot racing tidak digunakan saat pawai takbir nanti. Karena bisa jadi suara knalpot lebih kencang dibandingkan suara takbir. Dan ini terlihat tidak akan baik," ungkapnya.(mkr/SP)

Kategori:
Bagikan