PLN Relokasi Pembangki Listrik dari Asmat ke Atuka

Kamis, 30 Mei 2019 17:47 WIT
Penanggung jawab program Papua Terang PLN UP3 Timika, Sahat Hutapea. (Foto: Antara)

TIMIKA | Manajemen PT PLN (Persero) Area Timika dalam waktu dekat akan merelokasi satu unit pembangkit diesel berkapasitas 2x100 kwh dari Distrik Atsi Kabupaten Asmat ke Atuka Distrik Mimika Tengah guna mendukung implementasi program listrik desa Papua Terang.

Staf Bagian Perencanaan PLN UP3 Timika, Sahat Hutapea selaku penanggung jawab program Papua Terang di Timika, Kamis, mengatakan relokasi pembangkit diesel dari Atsi ke Atuka agar masyarakat setempat bisa segera menikmati penerangan listrik.

Selain itu, PLN UP3 Timika juga akan merelokasi satu unit pembangkit diesel dari Timika ke Distrik Agimuga.

"Kami rencanakan dalam waktu dekat akan dilakukan mobilisasi peralatan mesin dari Atsi ke Atuka, lalu satunya dari Timika ke Agimuga sehingga masyarakat di kedua distrik itu segera menikmati penerangan listrik," kata Sahat.

Ia mengatakan melalui program Papua Terang sejak 2016 dan 2017 PLN telah membangun jaringan instalasi listrik sekaligus bangunan power house di Atuka, Agimuga dan Kokonao ibukota Distrik Mimika Barat.

Meski jaringan instalasi listrik sudah dibangun di tiga wilayah itu, hingga sekarang masyarakat setempat belum bisa menikmati penerangan listrik dari PLN mengingat pengadaan pembangkit listrik desa tersebut merupakan kewenangan PLN Pusat di Jakarta.

Di sisi lain, katanya, PLN kini tidak mengizinkan lagi pengadaan pembangkit menggunakan bahan bakar minyak, namun dianjurkan untuk menggunakan bahan bakar dari sumber energi terbarukan.

Sementara untuk program listrik desa Papua Terang di wilayah Kokonao, katanya, PLN UP3 Timika terus berkoordinasi dengan PLN Wilayah Papua-Papua Barat di Jayapura untuk pengadaan pembangkitnya sehingga masyarakat di Kokonao dan sekitarnya juga bisa segera menikmati penerangan listrik.

Sahat menyebut program listrik desa Papua Terang di wilayah PLN UP3 Timika yang mencakup Kabupaten Mimika, Asmat, Yahukimo dan Nduga sejak 2016 hingga sekarang melayani 157 desa (kampung). di mana sebagiannya masih dalam tahap penyelesaian hingga 2020.

Dari 157 desa itu, baru 48 desa yang sudah selesai diresmikan yaitu di Mimika sebanyak 12 desa, Asmat 18 desa dan yang akan segera diresmikan sebanyak delapan desa.

Adapun yang sementara dikerjakan yaitu di Yahukimo sebanyak delapan desa, Asmat 44 desa dan di Mimika yaitu di wilayah Distrik Jila, Jita dan Amar.

Khusus di wilayah Kabupaten Nduga, pihak PLN Timika sama sekali belum menyentuh daerah tersebut dengan program listrik 'Papua Terang' lantaran kondisi keamanan yang tidak kondusif.

Sahat menambahkan, pada 2018 PLN bekerja sama dengan sejumlah lembaga Perguruan Tinggi melakukan Ekspedisi Papua Terang ke sejumlah daerah untuk mensurvei potensi energi yang akan dibangun dan dikembangkan di daerah pedalaman dan pesisir Papua hingga 2020.

Berdasarkan hasil survei itu, lanjutnya, terdapat 127 desa yang akan dilanjutkan pembangunan listrik Papua Terang.

"Program Papua Terang ini targetnya sampai 2020. Nanti setelah program ini selesai, desa-desa yang belum terjangkau penerangan listrik PLN akan dibangun oleh Kementerian ESDM. Dari 127 desa yang disurvei, hampir separuhnya akan dieksekusi tahun ini, sementara sisanya akan dilanjutkan tahun depan," jelas Sahat.(Antara/SP)

Kategori:
Bagikan