Uang dan Perhiasan Ludes Terbakar, Mulyadi Keluar dengan Pakaian di Badan

Sabtu, 01 Jun 2019 19:55 WIT
Mulyadi memegang sisa-sisa uang miliknya yang hangus terbakar. (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA  | Uang sekitar Rp170 juta beserta perhiasan emas lebih dari 100 gram milik Mulyadi Madin, hangus dilalap api dalam kebakaran hebat di Jalan Bougenville, Kota Timika, Sabtu (1/6/19).

Toko handphone 'Anugerah Cell' milik Mulyadi ludes dilalap si jago merah ketika dirinya sedang melaksanakan salat di Masjid Al-Azhar, yang masih berada di kompleks pasar swadaya lama.

"Saat kebakaran, saya lagi salat di masjid. Sepulang itu, saya pikir ada kecelakaan, banyak orang di jalan, ternyata kebakaran," ujar Mulyadi seusai memungut potongan-potongan uang sisa kebakaran.

Mulyadi mengaku tidak banyak bisa diselamatkan dari kebakaran itu. Hanya beberapa lembar surat penting. Sedangkan uang, perhiasan, dan seluruh barang jualan ludes.

"Saya keluar hanya dengan pakaian di badan. Sedangkan uang dan perhiasan itu disimpan dalam tas dan dua dompet  dalam lemari," katanya. 

Meski begitu, Mulyadi masih bisa bersyukur karena istri dan anaknya berhasil selamat dari kebakaran hebat tersebut. 

"Tidak mungkin kita mau pikir yang lain-lain lagi, yang penting istri dan anak  diselamatkan dulu. Alhamdulillah, istri dan anak selamat," tutur Mulyadi. 

Sepengetahuan Mulyadi, api ketika itu berasal dari lapak bagian belakang yang menjual pakain bekas (cakar bongkar), diduga letaknya berada di ujung lorong masuk (belakang) Hotel Grand Tembaga.

"Tadi api itu dari arah belakang, sepertinya ada lapak cakar bongkar, kita belum pastikan juga," kata dia. 

Posisi toko Anugerah Cell milik Mulyadi berada satu deretan dengan 8 petak kios lainnya. Ia sendiri tinggal di Kelurahan Timika Jaya, SP 2, namun membuka toko handphone tersebut di Jalan Bougenville.

"Yang didapat cuma yang ini saja, mungkin yang lain hancur," kata Muliadi sambil menunjukkan satu bundel uang digenggam dalam kondisi hangus terbakar.

Kebakaran mulai terjadi sekitar Pukul 15.20 WIT. Sejumlah bangunan kios, lapak jualan pakaian, hingga rumah warga hangus terbakar dalam waktu singkat.

Tiupan angin kencang membuat api dengan cepat merembet ke bangunan lain. Pemadam Kebakaran BPBD Mimika cukup kesulitan memadamkan api, ditambah kejadian itu menjadi tontotan warga. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan