Kapolres Mimika Resmikan Musholla Al Amin Polsek Kawasan Pelabuhan Pomako

Sabtu, 01 Jun 2019 21:50 WIT
Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto saat meresmikan Mushola Al Amin Polsek Kawasan Pelabuhan Pomako dengan ditandai penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto meresmikan Musholla Al Amin Polsek Kawasan Pelabuhan Pomako, Sabtu (1/6). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita.


Acara ini juga dirangkai dengan buka puasa bersama dengan diisi tausiyah dari Ketua MUI Kabupaten Mimika, Ustad Amin Ar,S.Ag.


Kapolsek Pelabuhan Kawasan Pelabuhan Pomako, Iptu Ferry Mervin Mehue mengatakan, saat mulai bertugas di Polsek Palabuhan Pomako 5 bulan lalu, ia melihat musholah yang dibangun pejabat sebelumnya tidak terawat.  


Untuk itu, ia bersama jajarannya mulai memperbaiki sedikit demi sedikit dengan didukung oleh berbagai pihak sehingga saat ini bisa diresmikan oleh Kapolres Mimika. 


Mushola ini sangat penting mengingat banyak pejabat maupun penumpang yang singgah di Pelabuhan Pomako termasuk masyarakat setempat memerlukan mushola untuk beribadah. 


"Dari dasar itu, saya dan anggota berinisiatif membangun mushola ini. Karenanya, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk donatur yang telah menyelesaikan pembangunan mushola ini," katanya.


Ia menambahkan, selain itu dirinya memiliki prinsip anggotanya yang muslim bisa melaksanakan salat lima waktu. "Semoga musholla yang sudah dibangun dapat bermanfaat bagi kita semua, sampai kapanpun," katanya.


Sementara Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Polsek Kawasan Pelabuhan Pomako. 


Selain itu, ini juga sebagai potret kebersamaan di Mimika. Dimana, Kapolseknya non muslim, tetapi mampu dan bersama anggotanya memiliki inisiatif untuk membangun mushola.


“Saya harap kepada kapolsek lainnya, melakukan hal yang sama. Sebagaimana firman Allah SWT, yang menjanjikan istana di surga apabila kita membangun rumah ibadah,” tuturnya.


Kata Kapolres, ini juga menunjukkan dan membuktikan bahwa Mimika sebagai miniaturnya Indonesia, memiliki toleransi agama yang kuat. Sehingga bisa dijadikan contoh daerah lain.


Bukti dari toleransi agama yang kuat di Mimika adalah, setiap kegiatan keagamaan, misalnya Idul Fitri selain TNI-Polri yang melakukan pengamanan. Namun juga ada ormas dan pihak lain, baik dari pemuda katolik, hindu, budha, protestan serta lainnya ikut terlibat dalam pengamanan. 


“Begitu juga sebaliknya, disaat natal maupun perayaan paskah, umat muslim ikut serta dalam pengamanan,” ujarnya.


Untuk mushola yang sudah dibangun, Kapolres mengatakan, ini adalah rumah kita bersama. Karenanya mari kita makmurkan dan jaga dengan baik.


“Memakmurkan ini tentunya dengan melakukan hal-hal yang positif, seperti pengajian, melakukan kajian ilmiah dan sebagainya. Sehingga bisa bermanfaat bagi kita semua,” ungkapnya.(mkr/SP)

Kategori:
Bagikan