Polisi Tangkap Tiga Pengeroyok Warga Berujung Pemalangan Jalan di SP 2

Sabtu, 01 Jun 2019 22:12 WIT
Kapolsek Mimika Baru AKP Ida Waymramra (kanan) dan Kanit Reskrim Ipda Andi Suhidin (kiri) mengapit dua tersangka. (Foto: Dok Polsek Miru/SP)

TIMIKA | Kepolisian di Mimika, Papua bergerak cepat menangkap tiga pelaku pengeroyokan Agustinus Hanau (37), yang berujung aksi pemalangan jalan poros Cenderawasih, SP2, Timika, Sabtu (1/6).

Ketiga tersangka, I alias Imran (19), PO (29) , dan DW alias Dimas (23), kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum oleh Unit Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polsek Mimika Baru. 

Kapolsek Mimika Baru AKP Ida Waymramra melalui Kanit Reskrim Ipda Andi Suhidin mengatakan, tersangka I alias Imran dan PO diamankan sesaat setelah aksi pemalangan jalan di SP 2. 

"Tersangka mengakui telah melakukan pengeroyokan dengan cara melempar batu, memukul dengan kayu serta membacok korban pakai parang," kata Suhidin kepada Seputarpapua, Sabtu malam. 

Dari penyelidikan dan pengbangan polisi, kedua tersangka mengungkap tersangka lain, yakni DW yang disebutkan ikut memukul korban memakai kayu. 

"Tim selanjutnya menjemput tersangka 3 (DW), beserta barang bukti parang dan kayu di SP 2 jalur 3 Timika, namun yang menyimpan barang bukti parang tidak berada di tempat," urai Suhidin.

Ipda Andi Suhidin menerangkan, peristiwa tersebut bermula ketika korban Agus Hanau, oleh warga diduga hendak melakukan pencurian di kawasan SP 2. 

Warga termasuk para tersangka kemudian mengejar korban. Dari situ, terjadi aksi main hakim sendiri. Korban dikeroyok, dilempari, dipukul serta dibacok dengan parang oleh tersangka.

"Korban mengalami luka-luka dibagian lengan dan kepala, lalu dilarikan ke RSMM Caritas," jelas Suhidin.

Beredar Hoax

Sejumlah warga termasuk keluarga dan kerabat Agustinus Hanau sempat memblokade ruas jalan Cenderawasih, Kelurahan Timika Jaya, SP 2, Sabtu (1/6) pagi.

Aksi ini dipicu berita bohong (hoax) yang menyebut korban pengeroyokan Agustinus Hanau meninggal dunia. Termasuk konten hoax berupa foto korban sedang terkapar beredar, dibubuhi keterangan 'korban meninggal ditikam'. 

Warga pun tersulut emosi kemudian memblokade jalan dengan mengunakan kayu, batang pisang, dan sebagainya. 

Akibatnya, arus lalu lintas tujuan Kota Timika - Kuala Kencana maupun sebaliknya sempat lumpuh total. Pengguna jalan akhirnya berupaya mencari jalan alternatif lain. 

Aksi ini tidak berlangsung lama setelah pihak kepolisian bernegosiasi dengan warga untuk membuka blokade jalan tersebut. 

Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto memastikan bahwa Agustinus Hanau  tidak meninggal dunia. Tetapi, kini masih dirawat di RSMM Caritas dan dalam kondisi stabil.

"Saya baru dari RSMM untuk memastikan kondisi korban. Dimana tangan kiri dan kepala korban mengalami luka bacok. Tapi kondisinya stabil, bukan meninggal," kata Kapolres kepada keluarga korban. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan