Momentum Lebaran Jadi Berkah Bagi Mama-mama Penjual Selongsong Ketupat

Rabu, 05 Jun 2019 00:33 WIT
Mama-mama penjual Selongsong Ketupat di Jalan Bhayangkara Timika. Foto: Yunita/SP

TIMIKA | Momentum perayaan Idul Fitri 1440 Hijriyah / 2019 Masehi membawa berkah bagi sebagian mama-mama penjual Selongsong Ketupat dadakan di Mimika.  


Ketupat merupakan hidangan khas Asia Tenggara maritim berbahan dasar beras yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari anyaman daun kelapa muda (janur). 


Makanan ini begitu erat dengan suasana lebaran karena sebagian besar umat muslim menyajikan masakan ini pada saat hari raya Idul Fitri. 


Salah satu mama-mama penjual Selongsong Ketupat, Lisbet Kaumipokeau menuturkan sudah beberapa hari ini menjual Selongsong Ketupat di sekitar Jalan Bhayangkara,  Kelurahan Koperapoka. 


Padahal ia sehari-hari menjual sayur-sayuran, namun karena momentum lebaran, Lisbet mencoba membuat Selongsong Ketupat untuk dijual kepada warga muslim yang akan merayakan Idul Fitri. 


"Sudah beberapa tahun belakangan ini pada saat mau lebaran saya menjual Selongsong Ketupat. Saya sebenarnya penjual sayur, tapi momentum lebaran buat saya jual Selongsong Ketupat," jelas Lisbet saat ditemui di Jalan Bhayangkara, Selasa (4/6). 


Ia mengatakan, hasil yang diperoleh dari menjual Selongsong Ketupat juga cukup lumayan. Bisa mencapai Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari. 


"Kami membeli janur kuning satu ikat Rp.5 ribu sebayak 10 lembar, lalu kami anyam dan kami jual satu ikat seharga Rp.10 ribu sebanyak 7-8 buah ketupat tergantung besar kecilnya dan harga Rp.5 ribu sebanyak 4 buah," ungkapnya. (Cr-03/SP)

Kategori:
Bagikan