Kapolda Papua Berkunjung ke Deiyai Pasca Warga Sipil Tewas Tertembak

Jumat, 07 Jun 2019 23:16 WIT
Cap: Irjen Pol Rudolf Alberth Rodja (kanan) dan Kapolri Jendersl Polisi Tito Karnavian usai upacara kenaikan pangkat. (Foto: Dok Humas Polda Papua)

TIMIKA | Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Alberth Rodja akan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Deiyai pasca insiden penembakan warga sipil di wilayah itu pada Selasa (21/5) lalu. 

 

Irjen Rudolf Rodja diagendakan bertolak dari Timika ke Deiyai Jumat (8/6) besok, untuk mengunjungi keluarga korban penembakan dan anggotanya yang bertugas di sana. 

 

Kedatangan Kapolda merupakan yang pertama kali sejak insiden penembakan yang menewaskan warga sipil, Yulianus Mote, saat aksi pembakaran  Mapolsek Wagete, di Deiyai, Selasa (22/5) lalu. 

 

"Mengunjungi keluarga korban untuk memberikan kekuatan mereka dan saya juga akan bertemu dengan anggota yang ada disana untuk memberikan semangat kepada mereka dalam menjalani tugasnya," kata Rodja di aula Brimob Batalyon B Timika, Jumat (7/6) 

 

Perwira tinggi Polri kelahiran NTT yang baru menyandang 'bintang dua' akan memberikan penguatan kepada anggotanya, agar lebih baik lagi dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. 

 

"Keberadaan saya di sana untuk memberikan dukungan kepada anggota yang ada disana dan mengingatkan kepada mereka untuk tidak menyalahgunakan senjata api (senpi)," kata dia. 

 

Di samping itu, Irjen Rodja akan mengingatkan anggotanya tentang bagaimana cara yang tepat untuk menghadapi masyarakat dengan pendekatan persuasif melalui komunikasi yang baik. 

 

"Kita harus memberikan motivasi meskipun mereka melakukan tindakan diluar hal baik, tapi kita tetap membeckup mereka," ungkapnya.

 

Insiden penembakan dan pembakaran markas Polsek Tigi pada Selasa lalu bermula ketika empat pemuda mabuk mencegat dan memalak mobil yang melintas di dekat SMP YPPK Wagete.

 

Sopir yang menolak dipalak kemudian mengadu ke Polsek Tigi, sehingga sejumlah polisi mendatangi lokasi tersebut dan melepaskan tembakan. 

 

Menurut polisi, Melianus Dogopia merupakan salah satu dari empat pemuda mabuk yang mencegat dan memalak mobil yang melintas di Wagete. 

 

Melianus Dogopia, demikian polisi, yang sempat dibawa pergi keluarganya, kembali ke lokasi pemalakan dengan membawa panah tradisional lalu merusak mobil polisi.

 

Polisi mengaku telah memberikan tembakan peringatan yang tidak dihirauakan Dogopia, sehingga polisi menembak kaki Dogopia kemudian dilarikan ke rumah sakit Deiyai. 

 

Penembakan terhadap Dogopia itulah yang menyulut amuk massa dan membakar markas Polsek Tigi pada Selasa petang, dan menghancurkan empat mobil di halaman markas Polsek Tigi.

 

Yulianus Mote tewas tertembak ketika polisi menghalau massa pasca terbakarnya Polsek Tigi. (Cr-2/SP)

Kategori:
Bagikan