Ikan dan Udang jadi Tanggungjawab Dinas Perikanan di PON 20 Papua

Selasa, 11 Jun 2019 14:39 WIT
Leentce AA Siwabessy (Foto:Hadija/SP)

TIMIKA | Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mimika siap menunjang kebutuhan ikan dan udang pada PON 20, tahun 2020. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Mimika Leentce AA Siwabessy. 

Kata dia, keputusan ini berdasarkan hasil rapat koordinasi membahas persiapan PON dengan seluruh kepala dinas perikanan se-Papua.  

"Semua kabupaten harus menyiapkan sedikitnya ikan harus tersedia. Bukan saja saat menjelang PON tapi sudah dari jauh-jauh hari disiapkan," tutur Leentce kepada wartawan di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (11/6).

Menurut dia, pihaknya harus menyiapkan Ikan dan udang. Sementara untuk kepiting tidak diharuskan, sebab akan di sediakan pada restoran yang ada di Mimika. 

Jenis ikan yang akan disiapkan berupa kakap putih, kakap merah, dan semua jenis ikan lainnya yang layak dikonsumsi.

"Jadi apabila tamu ada yang pengen makan kepiting mereka bisa ke restoran, karena kalau untuk peserta PON kita disuruh untuk menyiapkan ikan dan udang," imbuhnya.

40 Persen Ikan Dibeli dari Kapal Ikan

Ikan tersebut berasal nantinya dari kapal-kapal ikan yang melakukan bongkar muat di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Poumako, Timika. 

Seperti kapal ikan dari 
Kecamatan Juwana Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah, Indramayu Provinsi Jawa Barat, Jakarta, dan daerah lainnya.

"Karena kan selama ini ikan saat dibongkar langsung dimasukan ke mobil pendingin dan mobil kontener kemudian kirim. Tetapi diharapkan dengan adanya rapat koordinasi paling tidak 40 persen sudah harus siap," tegasnya.

Keputusan 40 persen ikan yang dibeli dari kapal-kapal yang melakukan bongkar muat, juga akan diperkuat dengan SK Bupati Mimika Eltinus Omaleng. 

Dimana disebutkan, bahwa semua jenis ikan harus disiapkan baik untuk konsumsi masyarakat lokal maupun untuk PON nanti. 

Sebab untuk PON bukan saja para peserta yang datang, tetapi juga penonton, keluarga dan lainnya sehingga kebutuhan akan ikan meningkat drastis. 

"Jadi sudah diantisipasi kalau memang Mimika tidak mencukupi, maka dari Nabire dan Nano akan membantu mencukupi, tetapi kita akan usahakan sebisa mungkin untuk mencukupkan," jelasnya.

Terkait pemberlakuan 40 persen ini, kata Leentce harus di konfirmasi terlebihdulu ke Bagian Hukum dan Sekda Kabupaten Mimika. 

Karena apabila mulai dari sekarang diberlakukan, maka dikhawatirkan ikan akan melimpah dan siapa yang  membayar ikan-ikan tersebut nantinya.

Selain itu juga, harus ada pertemuan dengan panitia PON di Mimika untuk bisa diketahui seberapa banyak ikan yang harus di siapkan. 

"Memang dari provinsi sudah kasih untuk jadwal, dan itu global besar tetapi harus juga dari pengurus PON d sini untuk menghitung berapa banyak yang harus disiapkan," katanya.

"Karena nantinya jika ikan di sediakan kelebihan dan melimpah, siapa yang akan membayar ikan-ikan tersebut," imbuhnya. 

Dinas Kelautan dan Perikanan Mimika saat ini memiliki tempat penampung ikan sebanyak 300 ton yang sudah digunakan. 

"Sementara untuk 200 ton, dalam waktu dekat ini menunggu keputusan Bupati untuk pengelolaannya agar bisa menampung untuk PON nanti," ujarnya.(Cr-2/SP)

Kategori:
Bagikan