Bupati Puncak Jaya Pimpin Upacara Penerimaan Empat Mantan Separatis

Selasa, 11 Jun 2019 20:19 WIT
Salah satu mantan separatis Papua mencium Bendera Merah Putih saat upacara penerimaan. (Foto: Kodam XVII Cenderawasih)

TIMIKA | Empat mantan anggota gerakan separatis bersenjata Papua resmi kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui upacara resmi di lapangan Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (11/6).

 

Upacara penerimaan kembalinya mantan anak buah Panglima Tinggi TPNPB Gen. Goliath Tabuni dipimpin Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda yang bertindak sebagai inspektur upacara (Irup).

 

Keempat mantan pasukan sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu adalah Talengga Gire alias Weginus Gire, Piningga Gire, Tekiles Tabuni dan Perengga. Talengga oleh TNI disebut pernah menjadi ajudan Goliath Tabuni.

 

Kepala Penerangan Kodam XVII/ Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, upacara resmi secara terbuka digelar untuk mengumumkan bahwa keempat mantan separatis resmi telah kembali ke pangkuan NKRI. 

 

"Hal ini juga membantah isu hoax yang mengatakan bahwa informasi penyerahan diri anggota KKSB ke NKRI adalah informasi bohong atau rekayasa, selain itu juga tersebar isu bahwa senjata yang diserahkan adalah senjata rusak yang tidak berfungsi," kata Aidi.

 

Untuk lebih meyakinkan publik, kata Aidi, senjata yang diserahkan mantan separatis diuji dengan tembakan ke udara untuk membuktikan senjata tersebut adalah standar militer dan berfungsi dengan baik. 

 

"Warga masyarakat banyak yang mengenal saudara-saudara kita ini dan bagaimana sepak terjangnya selama bergabung dengan KJSB, jadi tidak ada rekayasa," kata Aidi mengutip pernyataan Bupati Puncak Jaya dalam upacara. 

 

Adapun satu pucuk senjata api jenis mouser  No. 323 R berserta 3 butir amunisi kaliber 7,62 mm, secara resmi diserahkan oleh Talengga Gire kepada Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda disaksikan ratusan warga setempat. 

 

Menurut pengakuan Talengga, senjata tersebut adalah hasil rampasan pada saat aksi penyerangan Polsek Karubaga, Tolikara pada tahun 2013.

 

Atas keberhasilannya merebut senjata milik aparat negara dalam hal ini Polri, Talengga diberi kedudukan sebagai pengawal Panglima TPNPB Gen. Goliat Tabuni. 

 

"Ini adalah senjata pegangan saya sendiri, bukan punya orang lain, tapi saya belum pernah gunakan untuk menembak orang," tutur Talengga.

 

Empat mantan separatis juga menandatangani surat ikrar kembalinya ke pangkuan NKRI disaksikan Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda, Dandim 1714/PJ Letkol Inf Agus Sunaryo, dan Kapolres Puncak Jaya AKBP Ari Purwanto. 

 

Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda berjanji akan memberikan pekerjaan kepada para mantan separatis sesuai kemampuan dan latar belakang pendidikan mereka masing-masing. 

 

"Mereka juga akan dibangunkan rumah dari program pemerintah yaitu pembangunan rumah rakyat," kata Yuni Wonda. 

 

Sementara itu, Dandim Letkol Inf Agus Sunaryo mengatakan, ini merupakan salah satu wujud keberhasilan pembinaan dan pendekatan teritorial yang dilakukan oleh TNI kepada rakyat.

 

"Keberhasilan ini telah melalui proses yang panjang dan akan memotivasi seluruh anggota agar lebih giat lagi melaksanakan pendekatan dan pembinaan kepada rakyat," ujarnya. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan