Ini Kekhawatiran Freeport Jika Divestasi Langsung 51 Persen

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Ini Kekhawatiran Freeport Jika Divestasi Langsung 51 Persen
Juru Bicara PTFI, Riza Pratama – Foto : Sevianto/SP

JAKARTA | Tahapan pelepasan saham (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI) anak perusahaan asal Amerika Serikat Freeport McMoRan Inc sebesar 51 persen, hingga kini masih dirundingkan dengan pemerintah Indonesia.

Juru Bicara PT Freeport Riza Pratama membantah jika divestasi merupakan satu dari empat poin negosiasi itu telah disepakati dengan pemerintah. Namun skema pelepasan saham 51 persen masih dalam proses negosiasi.

“Ada pernyataan Menteri ESDM Ignatius Jonan bahwa divestasi 51 persen telah disepakati. Sebenarnya kita belum sampai kesitu. Intinya masih dalam proses perundingan,” kata Riza saat ditemui di Jakarta, Kamis (24/8).

Riza menegaskan, divestasi 51 persen tersebut bukan tidak mungkin diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Namun, skema pelepasan harus disepakati. Freeport masih mempertimbangkan jika 51 persen langsung dilepas satu kali.

“Sebetulnya, bukan tidak mungkin 51 persen diserahkan kepada pemerintah. Tetapi, divestasi menjadi masalah kalau misalnya sekarang tiba-tiba langsung jual 51 persen,” kata Riza.

Menurut Riza, Freeport telah berinvestasi sebesar US$ 8 miliar untuk membangun infrastruktur tambang bawah tanah sejak 2004. Tambang GBC (Grasberg Block Caving) ditarget tahun ini baru akan berproduksi.

Riza mengatakan, secara keseluruhan pembangunan infrastruktur tambang bawah tanah Freeport masih membutuhkan investasi sekitar US$ 20 miliar atau setara 260 triliun rupiah.

“Jika tiba-tiba harus melakukan divestasi 51 persen, bayangkan bagaimana kelanjutan investasi yang belum menghasilkan tersebut,” kata dia.

Dia berandai, jika sejak 2004 Freeport sudah mengetahui akan ada divestasi hingga 51 persen. Maka tentu investasi dengan nilai fantastis untuk tambang bawah tanah itu bisa diperhitungkan.

“Ya, bisa saja pengusaha tidak berinvestasi pada tambang bawah tanah setelah open pit (tambang terbuka) selesai. Atau pengusaha mencari partner untuk berinvestasi sama-sama,” ujarnya.

Riza mengemukakan, kesulitan yang akan dihadapi Freeport ketika 51 persen saham dikuasai pemerintah, dimana Freeport akan kesulitan mendapat modal usaha bernilai ratusan triliun rupiah.

“Artinya kelanjutan investasi tambang bawah tanah akan terhambat. Siapa yang mau meminjamkan uang sebesar itu, misalnya bank, jika tahu kalau Freeport bukan lagi owner-nya atau mayoritas pemegang saham,” ungkap dia.

Meski begitu, Riza kembali menegaskan bahwa divestasi 51 persen bukan hal yang tidak mungkin jika dilepas secara bertahap kepada pemerintah Indonesia.

“Kalau bertahap, saya rasa bisa saja. Misalnya kalau sekarang 10 persen, kemudian tahun berikutnya 10 persen lagi, dan terakhir mencapai 51 persen pada 2041,” jelasnya.

Adapun empat poin negosiasi antara pemerintah dan Freeport, yaitu kelanjutan operasi, pembangunan pabrik pemurnian (smelter), perubahan Kontrak Karya menjadi IUPK disertai perjanjian stabilitas investasi, dan divestasi 51 persen.

Sekedar diketahui, negosiasi pemerintah dengan Freeport ditujukan untuk menentukan masa depan operasional perusahaan pasca terbitnya Peraturan Menteri ESDM Nomor 6 Tahun 2017 yang merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017.

Freeport bersikukuh bahwa pemerintah tak dapat mengubah ketentuan hukum dan fiskal yang telah berlaku dalam KK menjadi IUPK. Perusahaan mengacu pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara, di mana KK dinyatakan tetap sah berlaku hingga jangka waktunya berakhir.

Perundingan tersebut dijadwalkan selesai pada Oktober mendatang. Sembari menunggu negosiasi selesai, pemerintah tetap menghormati ketentuan kontrak Freeport dengan memberikan IUPK sementara hingga 10 Oktober 2017. (rum/SP)

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
59 Tim Adu Kuat di Turnamen Bola Voli Kapolres Cup
59 Tim Adu Kuat di Turnamen Bola Voli Kapolres Cup
Wisata Alam Baru di Timika, Ayo dicek!!!!
Wisata Alam Baru di Timika, Ayo dicek!!!!
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Baca Juga