Usia Masuk SD Sebaiknya Tujuh Tahun 

Kamis, 13 Jun 2019 19:56 WIT
Ilustrasi

TIMIKA | Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy telah menandatangani Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada TK, SMP, SMA, SMK, dan sederajat, pada Desember 2018 lalu.

Permendikbud ini mengatur soal pelaksanaan PPDB tahun 2019.

Dalam Permendikbud ini juga mengatur soal usia PPDB mulai TK, SMP, SMA, SMK, dan sederajat.

Terkait Permendikbud ini, Pemerintah Kabupaten Mimika juga menerapkan aturan baru tersebut kepada seluruh sekolah negri.

Staf Pendidikan Bidang PAUD, TK dan Pendidikan Non Formal (PNF), Yosef Seo mengatakan, khusus untuk anak TK apabila belum berusia 7 tahun belum layak untuk mendaftar masuk SD.

Kecuali, anak tersebut sudah berusia 6 tahun keatas terhitung dari 1 Juli tahun berjalan. 

"Usia yang dikatakan layak untuk dafatr SD itu yang berumur 7 tahun atau paling rendah 6 tahun keatas terhitung dari 1 juli tahun berjalan," katanya.

"Jadi bukan kita dari dinas atau guru-guru yang membuat aturan seperti itu, tetapi dari pusat, sistem dapodik yang mengakses semua pendataan siswa-siswi diterima atau tidaknya untuk mengikuti ujian nasional nantinya itu akan terlihat dalam sistem," lanjutnya.

Adanya aturan ini sehingga Yosef berharap agar semua orang tua memahaminya. Bukan memaksakan kehendak sebagai orang tua agar anak cepat sekolah. 

Untuk itu, kepada seluruh sekolah agar dapat memperhatikan hal tersebut sehingga penyelenggara pendidikan bisa berjalan dengan baik.

"Dan orang tuapun bisa melihat bahwa keberhasilan anaknya itu sesuai dengan pencapaian dengan apa yang dia miliki, yaitu berdasarkan umur dan kemampuan yang dimiliki oleh anak tersebut," tuturnya.

Hal serupa juga ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Mimika Jeni Ohestina Usmani bahwa, penerimaan sisiwa-siwsi tahun 2019 berpaut pada aturan pusat.

"Jika dipaksakan masuk, pada saat ujian nasional nanti sistem akan menolak, karena programnya sudah nasional. Kecuali sekolah yang punya kelas akselarasi (percepatan) program khusus," sahut Jeni.

Pada Permendikbud tersebut khususnya Pasal 7 ayat 1 menyebutkan, persyaratan calon peserta didik baru kelas 1 (satu) SD berusia 7 (tujuh) tahun; atau paling rendah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli
tahun berjalan.

Ayat 2, sekolah wajib menerima peserta didik yang berusia 7 (tujuh) tahun.

Ayat 3, pengecualian syarat usia paling rendah 6 (enam) tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling rendah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli
tahun berjalan, yaitu paling rendah 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan pada tanggal 1 Juli tahun berjalan yang diperuntukkan bagi calon peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa dan kesiapan psikis yang dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional.

Ayat 4, dalam hal psikolog profesional sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak tersedia, rekomendasi dapat dilakukan oleh dewan guru sekolah. (Cr-03/SP)

Kategori:
Bagikan