Kecelakaan Lalulintas di Timika Menurun Selama Operasi Ketupat 2019

Jumat, 14 Jun 2019 12:35 WIT
Kasat Lantas Polres Mimika AKP Indra Budi Wibowo

TIMIKA | Operasi Ketupat 1440 H/2019 yang berlangsung selama 13 hari sejak 29 Mei hingga 10 Juni resmi ditutup, pada Kamis (13/6). 

Jumlah kecelakaan lalulintas di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. 

Hal itu disampaikan Kasat Lantas Polres Mimika AKP Indra Budi Wibowo, kepada media ini, Jumat (14/6).

Dikatakan, jumlah kecelakaan lalulintas berdasarkan laporan polisi di Operasi Ketupat 2019 terdapat 4 laporan. Jumlah ini menurun dibandingkan dengan tahun 2018 sebanyak 8 laporan. 

"Menurun 50 persen dibandingkan Operasi Ketupat 2018," kata Indra melalui telepon selulernya. 

Sedangkan untuk korban meninggal dunia nihil. Bila dibandingkan dengan tahun 2018 lalu, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 2 orang.

"Kemudian jumlah korban yang meninggal dunia selama Operasi Ketupat 2019 Nihil, turun 100 persen dibandingkan tahun 2018 sebanyak 2 orang MD," ujarnya. 

Sebelumnya, pada Kamis kemarin, Kapolda Papua Irjen Pol. Rudolf Alberth Rodja menyebutkan selama Operasi Ketupat 2019 di Papua terjadi 22 kasus kecelakaan lalulintas. 

Dengan korban jiwa meninggal dunia 8 orang, luka berat 19 orang, dan luka ringan 17 orang, serta kerugian material. 

"Selama kegiatan Operasi Ketupat telah terjadi 22 kasus kecelakaan lalu lintas," kata Rudolf, saat memimpin apel konsolidasi pasca Operasi Ketupat bersama Pangdam 17 Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, di lapangan Frans Kaisepo Makodam, Kota Jayapura. 

Rudolf juga mengucapkan terimakasih kepada prajurit TNI-Polri maupun yang terlibat dalam pengamanan Operasi Ketupat sehingga dalam pelaksanaan dapat berjalan aman dan tertib.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Pangdam XVII/Cenderawasih dan seluruh jajaran yang ikut membantu kami didalam pelaksanaan Operasi Ketupat bersama seluruh stakeholder," pungkas Rudolf. (Ipa/SP)

Kategori:
Bagikan