Dinkes: Jangan Ada Lagi Kasus Lumpuh Layu di Papua

Jumat, 14 Jun 2019 14:37 WIT
Togu Sihombing (Foto: Antara)

JAYAPURA | Pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Papua mengharapkan agar jangan sampai terjadi lagi kasus penyakit lumpuh layu pada Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio putaran kedua nanti.

"Jangan sampai ada anak-anak di Papua terkena lumpuh layu karena anak-anak itu adalah masa depan bangsa dan negara," kata Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Papua Togu Sihombing di Jayapura, Jumat.

Ia mengingatkan hal itu sekaligus belajar dari temuan kasus penyakit lumpuh layu pada anak usia 0 bulan sampai 15 tahun saat pelaksanaan sub PIN polio putaran pertama beberapa waktu lalu.

Menurut dia, belajar dari pengalaman pelaksanaan sub PIN polio putaran pertama selama Maret-April 2019 ini, Dinas Kesehatan Papua mendadak mendapati 17 kasus lumpuh layu.

Kasus lumpuh layu yang mendadak ditemukan itu, katanya, terjadi pada anak berusia 0 bulan sampai 15 tahun. Untuk itu, sangat diharapkan lagi tidak terjadi kasus serupa di sub PIN polio putaran kedua.

Jika anak-anak itu lumpuh, kata dia, berarti masa depannya akan suram dan tidak berarti apa-apa. Untuk itu diharapkan kepada para orang tua agar membawa anaknya untuk mendapat tetesan PIN polio.

"Karena walaupun pelaksanaan sub PIN polio putaran pertama sudah dilakukan, namun beberapa kabupaten yang capaiannya mengalami penurunan secara drastis," katanya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Papua dr Aaron Rumainum mengatakan kasus lumpuh layu itu didapati di 17 kabupaten di Papua.

Ke-17 kabupaten itu yakni Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura,Keerom, Lanny Jaya, Memberamo Raya, Mamberamo Tengah, Mappi, Kepulauan Yapen.

Selanjutnya, Kabupaten Merauke, Timika, Nabire, Paniai, Puncak Jaya, Sarmi dan Kabupaten Kabupaten Supiori. (Antara/SP)

Kategori:
Bagikan