Polisi Proses Hukum Penyebar Hoax Berujung Aksi Massa di Timika

Sabtu, 15 Jun 2019 00:02 WIT
Kapolsek Mimika Baru AKP Ida Wayramra ketika menenangkan massa, pada Sabtu (1/6) lalu.

TIMIKA | Satuan Reserse dan Kriminal Polres Mimika sedang memproses hukum pelaku penyebar informasi bohong (hoax) yang menyulut aksi massa di SP 2, Timika Jaya, Sabtu (1/6) lalu.

Tersangka berinisial PW merupakan oknum politisi yang gagal dalam Pemilu Legislatif 2019 kemarin, dan juga tercatat sebagai karyawan aktif di PT. Freeport Indonesia 

Ketika itu, PW menyebar konten hoax berupa gambar seorang sedang terkapar di media sosial, dengan menuliskan bahwa "orang Moni dibunuh oleh suku Kei". 

Akibat informasi bohong tersebut, puluhan warga asal suku Moni tersulut emosi kemudian melakukan aksi pemalangan jalan di SP 2, hingga akses Timika - Kuala Kencana sempat lumpuh total. 

"Pelaku sudah diamankan. Dia salah satu politikus aktif, dan juga masih tercatat sebagai pekerja aktif di Freeport," kata Kasat Reskrim Polres Mimika AKP I Gusti Agung Ananta Pratama, Jumat (14/6).

AKP I Gusti mengatakan, tersangka kini sedang menjalani penahanan di Polres Mimika. Ia dijerat UU ITE dengan ancaman pidana di atas lima tahun penjara.

"Tersangka sudah mengakui perbuatannya, sudah meminta maaf atas kesalahannya. Meski pun begitu, proses hukum tetap berjalan," kata I Gusti. 

I Gusti menerangkan, peristiwa bermula ketika seseorang bernama Agus Hanau, oleh warga diduga hendak melakukan pencurian di kawasan SP 2. 

Warga kemudian mengejar Agus Hanau. Namun tak bisa menghindar, Agus akhirnya dikeroyok warga, dipukul dengan kayu, dan dibacok pakai parang yang dibawa Agus sendiri. 

Pasca aksi main hakim sendiri tersebut, kemudian tersebar gambar dengan kondisi Agus sedang terkapar. Tersangka PW lalu memelintir gambar tersebut dengan menulis bahwa korban tewas dibunuh. 

Padahal Agus dalam kondisi masih hidup, meski mengalami luka-luka kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Kondisi Agus stabil beberapa saat kemudian.

I Gusti mengatakan, tiga pengeroyok Agus masing-mading I alias Imran (19), PO (29) , dan DW alias Dimas (23), juga telah diamankan untuk menjalani proses hukum. Kasus terpisah ditangani Polsek Mimika Baru. 

"Pelaku pengeroyokan, tiga orang, sudah kita tangkap dan diproses hukum. Walau pun mereka waktu itu ambil parang dibawa Agus yang mau mencuri, lalu dibacok pakai parang itu sendiri," katanya. 

Gusti menambahkan, aksi massa menyusul peristiwa tersebut memang cukup sensitif dan sempat memantik ketegangan antarkelompok karena bersinggungan dengan suku tertentu. 

"Kalau misalnya aksi massa itu juga ada aktornya, berarti kita proses hukum juga. Kita masih selidiki. Yang pasti, ini menjadi isu sensitif. Sepertinya ada orang yang tidak suka situasi kondusif di Mimika," tukasnya. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan