Pekerja Freeport Diingatkan Hindari Perpecahan Soal Musniklub II

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Pekerja Freeport Diingatkan Hindari Perpecahan Soal Musniklub II
Anggota Serikat Pekerja di lingkungan PT Freeport Indonesia saat menggelar unjuk rasa di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika beberapa waktu lalu – Foto : Sevianto/SP

TIMIKA | Rencana Musyawarah Unit Kerja Luar Biasa (Musniklub) II untuk kepengurusan PUK SP-KEP SPSI PT Freeport Indonesia yang baru, dikhawatirkan dapat menimbulkan perpecahan dan konflik antar kelompok pekerja perusahaan itu.

Anggota DPD RI Charles Simaremare mengingatkan semua pihak yang terlibat dalam urusan ini, agar sebaiknya menghindari segala upaya memecah belah kekuatan diantara kelompok pekerja PT Freeport.

“Saya hanya berharap hindari ada upaya pecah belah kekuatan, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” imbuhnya saat dihubungi, Minggu (27/8/17).

Sebetulnya Charles tidak ingin ikut campur dalam urusan yang bukan menjadi kewenangannya. Akan tetapi, imbauan disampaikan atas keprihatinan dirinya yang juga terlibat dalam upaya penyelesaian masalah tenaga kerja di lingkungan PT Freeport saat ini.

“Bisa saja akan terjadi penggembosan keutuhan dan kekuatan SPSI, tergantung peserta Musniklub. Namun secara institusi maupun pribadi, kami tidak mau mencampuri urusan ini,” tegasnya.

Pimpinan Pusat (PP) Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (FSP-KEP) SPSI telah melayangkan surat tertanggal 24 Agustus 2017 tentang penegasan pelaksanaan Musniklub tersebut.

PP FSP-KEP SPSI menyatakan bahwa kedaulatan tertinggi organisasi berada ditangan anggota. Karenanya, Pimpinan Cabang (PC) SPKEP SPSI Mimika dan PUK  SP-KEP SPSI PT Freeport, harus segera menyikapi kehendak Musniklub, sebagaimana surat yang disampaikan oleh perwakilan anggota.

Menanggapi surat tersebut, PC SP-KEP SPSI Mimika telah mengeluarkan surat pernyataan sikap tertanggal 26 Agustus 2017, yang intinya tidak dapat menyetujui, menghadiri, dan memandu pelaksanaan Musniklub dimaksud.

PC SP-KEP SPSI Mimika menyatakan  bahwa masa kepengurusan PUK SPKEP SPSI PT Freeport Indonesia masih sah sampai tanggal 30 April 2018. Sampai saat ini tugas dan fungsi PUK Freeport dalam membela hak-hak pekerja tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Selain itu, PC SP-KEP SPSI Mimika memandang bahwa dengan berjalannya fungsi organisasi tersebut, sehingga tidak terpenuhi suatu unsur keadaan darurat, sebagai dasar utama untuk melakukan Musniklub.

Ketua Bidang Organisasi PUK SP-KEP SPSI PT Freeport, Yapet Panggala, mengaku heran adanya sekelompok pekerja lainnya yang mengatasnamakan anggota serikat dan ingin melaksanakan Musniklub.

“Karena selain mempersiapkan pelaksanakan Musnik, caranyapun juga perlu dipertanyakan. Sebab sampai saat ini belum pernah ada anggota yang datang ke pengurus (PUK saat ini) mengeluhkan permasalahannya,” kata Yapet. (rum/SP)

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
59 Tim Adu Kuat di Turnamen Bola Voli Kapolres Cup
59 Tim Adu Kuat di Turnamen Bola Voli Kapolres Cup
Wisata Alam Baru di Timika, Ayo dicek!!!!
Wisata Alam Baru di Timika, Ayo dicek!!!!
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Baca Juga