Polisi Amankan Pemuda dan Remaja Pecandu Lem 'Aibon' di Timika

Minggu, 16 Jun 2019 18:17 WIT
Pemuda dan remaja pecandu 'lem aibon' yang diamankan Kepolisian Mimika. (Foto: Sat Resnarkoba Polres Mimika/SP)

TIMIKA | Satuan Reserse Narkoba Polres Mimika, Provinsi Papua mengamankan seorang pemuda dan tiga remaja pecandu 'lem aibon' yang berkeliaran di Kota Timika, Sabtu (15/6) malam. 

Kepala Satuan Resnarkoba Polres Mimika, Iptu Laurentius Kordiali, Minggu (16/6), mengatakan para pecandu lem aibon (lem fox) diamankan di dua lokasi berbeda. 

Pertama petugas mengamankan Samuel Mutiu (20) di depan Uno Market, Jalan Budi Utomo. Dari tangan Samuel, petugas menemukan satu kaleng lem fox. 

Selanjutnya, petugas mengamankan tiga remaja masing-masing Philipus Mamapuku (12), Ricky Ainiu (12), dan Matias Kiriu (8), di Jalur Selatan, Kelurahan Kamoro Jaya, SP 1.

"Pada saat dilakukan penggeledahan di ruang Sat Resnarkoba, terhadap Philipus, ditemukan satu kaleng lem aibon yang disembunyikan dalam celana dalam dekat alat kelamin," kata Kordiali.

Kordiali menambahkan, selanjutnya pihaknya akan berkoordinasi dengan BNNK Mimika untuk dilakukan rehabilitasi. 

"Kami juga sedang mencari dan akan memanggil orang tua dari mereka untuk diberi penjelasan tentang bahaya penyalahgunaan lem aibon (fox)," jelas Kordiali. 

Untuk diketahui, ngelem atau menghirup uap dari lem fox menjadi salah satu cara bagi sebagian orang, khususnya anak jalanan, untuk mendapatkan sensasi mabuk layaknya saat menenggak minuman keras. 

Namun, menjadi masalah ketika mereka tidak menyadari jika ngelem akan berimbas buruk bagi kesehatan. 

Dengan menghirupnya, bisa menimbulkan efek halusinasi alias nge-fly.

Saking berbahayanya, ngelem dimasukkan dalam kategori narkoba jenis Inhalant Dugs.

Secara jangka pendek, ngelem bisa membuat denyut jantung meningkat, mual dan muntah, mati rasa atau hilang kesadaran, susah bicara dan hilang koordinasi gerak tubuh.

Dalam jangka panjang, ngelem bisa memicu  kerusakan otak, sesak nafas, otot melemah, depresi, sakit kepala dan mimisan, serta kehilangan daya penciuman dan pendengaran.

Sudden death (kematian mendadak) bisa juga terjadi pada mereka yang doyan ngelem. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan