Dinkes Bangun Tiga Fasilitas Kesehatan di Kampung, Siap Diresmikan

Senin, 17 Jun 2019 17:40 WIT
Reynold Ubra (Foto: Dok SP)

TIMIKA | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika akan meresmikan tiga fasilitas Kesehatan yang dibangun dengan APBD tahun 2018, yakni Pustu Fakafuku, Puskesmas Induk Adimuga dan Puskesmas Induk Jita.

"Pada minggu kedua bulan Juli 2019 ini kami rencananya akan melakukan pemberkatan untuk ketiga fasilitas kesehatan tersebut," ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra kepada wartawan, Senin (17/6) 

Ia juga mengatakan bahwa ketiga fasilitas itu akan diisi sembilan petugas kesehatan. 

"Saat ini sudah ada tenaga kesehatan kaki telanjang yang bertugas di dua Puskesmas yang ditugaskan oleh Gubernur Papua, sehingga kami hanya tinggal menambah masing-masing dua tenaga saja yaitu sarjana kesehatan masyarakat dan tenaga laboratorium," kata Reynold

Sementara untuk segi peralatannya dikatakan Reynold bahwa pada Kamis (20/6) nanti pihaknya akan mobilisasi alat kesehatan tersebut ke masing-masing Puskesmas dan Pustu.

"Hari Kamis besok kami akan mobilisasi alat kesehatan untuk masuk ketiga fasilitasi kesehatan tersebut," jelasnya

Reynold juga mengatakan bahwa untuk tahun 2019 ini Dinkes Mimika tidak hanya akan meresmikan tiga fasilitas kesehatan, tetapi juga akan membangun sarana prasarana untuk petugas kesehatan yang bertugas di perkampungan. 

"Karena selama ini hal itulah yang menjadi alasan orang tidak mau dipindahtugaskan ke kampung sebab tidak adanya tempat tinggal, karena tidak mungkin 20 sampai 30 orang harus tinggal di tiga kamar," katanya

Maka dari itu untuk melaksanakan hal tersebut Dinkes Mimika harus rasionalisasi tenaga kerja non ASN atau tenaga honorer dan juga tenaga kesehatan yang tidak mau ditempatkan di perkampungan langsung dipecat, sebab pada awalnya telah ditandatangani bahwa akan siap ditempatkan di mana saja. 

"Contohnya saja untuk dalam kota, jumlah non ASN per satu Mei kemaren sebanyak 540 orang, sementara standarnya menurut Permenkes Rasio penduduk, kami hanya membutuhkan 220 orang saja," jelas Reynold

"Sehinngga kami akan melihat Pustu-Pustu, mencoba memperkuat dulu minimal sembilan jenis tenaga yang ada terutama di daerah terpencil dan juga mencari tenaga kesehatan yang memiliki kecakapan dan Besiclife itu juga penting,"tuturnya. (Cr-2/SP)

Kategori:
Bagikan