Mama-mama Papua Minta Pemkab Sediakan Pasar Khusus

Kamis, 20 Jun 2019 11:47 WIT
Seorang pendemo tengah berorasi (Foto: Hadija/SP)

TIMIKA | Puluhan mama-mama Papua dari suku Amungme dan Kamoro, serta pedagang asli Papua lainnya berunjuk rasa di kantor pusat pemerintahan Kabupaten Mimika, Kamis (20/6).

Mereka merupakan pedagang yang selama ini berjualan di pasar lama Jalan Bhayangkara dan Bogenvile. 

Kehadiran mereka untuk meminta kejelasan dari bupati terkait tempat jualan. Sebab, para pedagang ini enggan untuk direlokasi ke pasar sentral di Jalan Hasanuddin. Karena menurut mereka sudah banyak masyarakat Amungme dan Kamoro yang berjualan disana. 

Dalam aksi ini juga mereka membawa sejumlah pamflet bertuliskan 'Saya sekolah dari hasil mama saya berjualan di pasar jangan hancurkan tempat mama saya berjualan'. 

'Jika pasar lama digusur, lalu kami mau kemana, jika harus digusur bangun dulu pasar lokal untuk kami mama-mama Papua, karena kami masyarakat asli di sini'. 

Seorang anak dari pendemo meminta agar orang tua mereka yang selama ini berjualan di pasar lama agar tidak dipindahkan ke pasar sentral. Alasannya, karena biaya transportasi yang begitu besar

"Orang tua kami dari SP 2 sampai SP 5 jika harus ke pasar sentral dengan ojek bisa dapat apa dari hasil penjualan sehari-hari. Mereka hanya mencari uang untuk makan dan minum," ungkapnya.

Para pendemo meminta agar bupati bisa menyiapkan transportasi bagi mereka jika memang harus di relokasi ke pasar sentral. 

"Bupati harus membangun pasar lokal untuk kami mama-mama Papua, seperti yang telah di bangun oleh pemerintah Provinsi Papua, kenapa Bupati Mimika tidak bisa," ungkap pendemo. 

Asisten II Setda Kabupaten Mimika Demianus Katiop yang menemui pendemo mengatakan dalam waktu dekat ini pihaknya akan turun langsung ke pasar lama untuk melihat kondisi di sana. 

Pemerintah akan sediakan tempat di pasar sentral untuk mama-mama Papua. 

"Kita harus menata kota sehingga Mimika ini menjadi bersih dan siap untuk menyambut dua pesta besar yang akan berlangsung yaitu PON dan Pesparawi," ungkap Demianus.

Senada dengan Kepala Dinas Satpol PP Willem Naa. Kata dia, bupati tidak mau melihat mama-mama Papua harus berjualan di pinggir jalan kena hujan dan panas tanpa tempat yang layak. 

Dia menegaskan pasar lama akan dibongkar, dan semua pedagang akan dipindahkan ke pasar sentral. 

"Dalam waktu dekat kami akan rapat gabungan untuk pasar sentral dibersihkan. Dan kami sudah memiliki data bahwa ada beberapa orang yang menguasai los-los pasar. Satu orang menguasai hingga 3-4 los, dan kami akan atur itu," tuturnya.

Hingga berita ini diterbitkan aksi demo masih berlangsung. Pendemo bersikeras bertahan hingga ada kepastian soal tempat khusus bagi mereka jualan. (Cr-2/SP)

Kategori:
Bagikan